SEKITAR 36 ribu penyandang disabilitas akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, MBG ini juga akan diterima oleh sekitar 300-400 ribu Lansia.
"Sebenarnya ini perluasan sasaran saja dan dilakukan melalui integrasi program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan layanan perlindungan sosial yang selama ini dikelola Kementerian Sosial," kata Saifullah dikutip dari Antara, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Saifullah, program pemberian makan seperti ini sebenarnya merupakan program yang sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya. Namun program ini akan diselaraskan dengan skema MBG agar penyaluran lebih terintegrasi dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.
Hingga saat ini, Kementerian Sosial masih melakukan pendataan siapa saja sasaran individu yang akan menerima MBG integrasi ini. Pendataan ini masih dilakukan Kemensos bersama pemerintah daerah, termasuk menentukan mekanisme distribusi makanan.
Sasaran untuk penerima MBG lansia, menurut Saifullah, tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang tinggal di panti werdha (panti untuk lansia). “Meskipun angka final masih menunggu hasil simulasi dan pemutakhiran data,” katanya.
Sementara MBG bagi disabilitas akan dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari.
Saifullah berharap integrasi program MBG dengan perlindungan sosial dapat memperkuat pemenuhan gizi kelompok rentan, sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan berbasis data yang akurat dan berkeadilan sebagaimana program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto.
Adapun anggaran per porsi bagi MBG lansia dan disabilitas yang dibagikan dua kali sehari ini sebesar Rp 15 ribu. Saifullah menegaskan, dengan harga tersebut, menu MBG lansia dan disabilitas akan lebih beragam dari menu bantuan permakanan yang telah berjalan sebelumnya, dan menyesuaikan dengan kebutuhan lansia dan disabilitas.
Hingga Februari 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyatakan penerima program makan bergizi gratis (MBG) mencapai 60 juta penerima manfaat, sedangkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berdiri sebanyak 22.091 unit.