40 Kelompok Peneliti Mahasiswa Terima Dana Riset Sawit Hingga Rp20 Juta dari BPDP
Pusat Online

40 Kelompok Peneliti Mahasiswa Terima Dana Riset Sawit Hingga Rp20 Juta dari BPDP

Pangkalan Bun, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Workshop Pengenalan Industri Sawit untuk peserta Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 27 Agustus 2025 dan dihadiri oleh 114 mahasiswa dari 32 universitas di Indonesia.

Dalam acara tersebut, 40 kelompok peneliti mahasiswa berhasil terpilih dari total 814 proposal yang telah lolos seleksi administrasi. Setiap kelompok mendapatkan dukungan dana penelitian dengan nilai maksimal mencapai Rp20 juta, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam lomba riset oleh BPDP.

Mohammad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, mengungkapkan pentingnya riset untuk mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit di tanah air. Ia menekankan bahwa penelitian harus dapat menjawab berbagai tantangan terkait produktivitas, efisiensi, serta inovasi produk.

“Adik-adik mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang sejak dini perlu mengenal dan meneliti berbagai manfaat kelapa sawit,” ujar Alfansyah.

Lomba riset ini direncanakan berlangsung dalam jangka waktu enam hingga delapan bulan. Pada tahap akhir, penelitian akan dinilai kembali untuk menentukan tiga kelompok terbaik sebagai pemenang lomba.

Workshop Pembekalan

Dalam workshop ini, BPDP menghadirkan tiga narasumber dari tim penilai lomba, yaitu Dr. Bandung Sahari, Dr. Donald Siahaan, dan Edy Suprianto, Ph.D. Materi yang disampaikan meliputi aspek keberlanjutan, rantai industri sawit, serta tata penulisan ilmiah.

  • Dr. Bandung Sahari dari PT Astra Agro Lestari Tbk membahas peran minyak sawit Indonesia di pasar global dan pentingnya pendekatan lingkungan dalam proses produksi, serta menjelaskan bahwa sawit adalah minyak nabati yang paling efisien dengan praktik produksi bersih dan zero waste.
  • Dr. Donald Siahaan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit menyoroti potensi industri hilir dan menekankan tiga sektor utama yang dikenal dengan istilah The Magic of Three, yaitu minyak goreng, oleokimia, dan biodiesel.
  • Edy Suprianto dari PT Riset Perkebunan Nusantara memberikan pembekalan mengenai tata penulisan ilmiah, termasuk prinsip dasar penelitian, penerapan metode ilmiah, serta kaidah sitasi untuk memastikan hasil riset disusun dengan baik.

Selain itu, BPDP juga menyelenggarakan sesi mengenai pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan. Analis riset, Fitriyah, menjelaskan pentingnya ketertiban administrasi sebagai penunjang penelitian yang berkualitas. “Penelitian yang baik adalah penelitian yang didukung oleh administrasi yang tertib. Perencanaan yang rapi akan menghasilkan riset yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, 114 mahasiswa peneliti juga dijadwalkan untuk melakukan kunjungan lapangan ke perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi yang berada di Pangkalan Bun. Lokasi ini juga merupakan pusat riset dan pengembangan milik PT Astra Agro Lestari.

You can share this post!