Portal Media Online - Perusahaan kelapa sawit di Indonesia menyediakan sarana pendidikan formal dan non formal serta transportasi antar jemput gratis untuk anak-anak di wilayah terpencil. Langkah ini bertujuan memastikan akses belajar yang aman bagi siswa, mengingat lokasi perkebunan yang jauh dari pusat kota dan risiko perjalanan mandiri.
Penyediaan fasilitas pendidikan ini muncul setelah perusahaan mengidentifikasi kebutuhan mendasar anak-anak di wilayah operasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan dukungan yang diberikan tepat guna dalam pemenuhan hak pendidikan mereka.
Beberapa perusahaan anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengelola sarana pendidikan non formal bersama masyarakat, termasuk sanggar belajar dan pelatihan keterampilan. Materi yang diberikan meliputi kursus bahasa Inggris, pelatihan komputer, pembuatan kerajinan tangan, dan praktik kebun pekarangan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Selain itu, tempat pengasuhan anak (TPA) di lokasi kerja juga disediakan untuk mendukung kesejahteraan anak.
Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) merumuskan lima dimensi ketahanan keluarga sebagai panduan bagi perusahaan. Selain pendidikan, fasilitas kesehatan gratis juga disediakan, termasuk klinik kesehatan internal, pemeriksaan mata, dan pemberian makanan bergizi. Fasilitas kesehatan terintegrasi dengan sistem rujukan pemerintah, menjadikan lingkungan perkebunan lebih kondusif untuk pertumbuhan anak.