Analisis Kebun Sawit dan Data Banjir di Indonesia
Pusat Online

Analisis Kebun Sawit dan Data Banjir di Indonesia

Portal Media Online - Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2010 hingga 2021 mengungkap bahwa bencana banjir terjadi di seluruh provinsi di Indonesia, baik di daerah sentra perkebunan maupun non-sentra. Total kejadian bencana mencapai 11.194 kali, menunjukkan risiko bencana air yang masif dan tidak terbatas pada lokasi geografis tertentu.

Awal Kejadian

Data dari Buku "Industri Minyak Sawit Indonesia Dalam Isu Sosial, Ekonomi dan Lingkungan global" Edisi Keempat mencatat bahwa tiga provinsi non-sentra sawit mengalami 4.308 kejadian banjir, sementara lima provinsi utama sentra sawit nasional hanya menyumbang sekitar 13 persen dari total kejadian bencana.

Perkembangan

Tiga provinsi dengan frekuensi bencana tertinggi adalah Jawa Tengah dengan 1.515 kejadian, Jawa Barat 1.449 kejadian, dan Jawa Timur 1.344 kejadian. Gabungan angka bencana di ketiga provinsi tersebut setara dengan 38 persen dari total bencana nasional, meskipun secara administratif mereka bukan pusat industri perkebunan.

Sementara itu, provinsi yang memiliki luas kebun kelapa sawit signifikan, seperti Riau dan Kalimantan Barat, masing-masing mencatatkan 198 dan 244 kejadian banjir. Angka bencana di wilayah produktif lainnya seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur cenderung lebih rendah dibandingkan daerah di Pulau Jawa.

Kondisi Terakhir

Fenomena ini dipahami dalam konteks perubahan iklim global yang menyebabkan bencana serupa di negara maju di Eropa dan Amerika Utara, serta di negara-negara Asia seperti China dan Australia. Laporan BNPB menegaskan bahwa banjir terjadi hampir di seluruh dunia, dan kehadiran atau ketiadaan aktivitas budidaya tanaman tertentu tidak menghilangkan potensi banjir saat curah hujan tinggi. Data ini memberikan perspektif objektif mengenai distribusi bencana dan menunjukkan bahwa karakteristik ekosistem serta perubahan pola cuaca ekstrem lebih berpengaruh terhadap bencana dibandingkan keberadaan industri tertentu.

You can share this post!