Banjir Bandang Terjang SDN 5 Banjar, Siswa Belajar Daring Sementara
Ruang Daring

Banjir Bandang Terjang SDN 5 Banjar, Siswa Belajar Daring Sementara

Aktivitas belajar di SDN 5 Banjar, yang terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, masih terganggu setelah banjir bandang yang terjadi pada Jumat, 6 Maret 2023. Hingga Senin, 9 Maret 2023, proses pembersihan ruang kelas yang terendam lumpur akibat banjir masih berlangsung.

Akibat bencana tersebut, tiga ruang kelas dan ruang perpustakaan terendam lumpur. Ruang kelas yang terdampak meliputi kelas 3, kelas 4, dan kelas 6. Sementara itu, ruangan untuk kelas 1, kelas 2, kelas 5, serta ruang guru tetap aman karena posisinya yang lebih tinggi.

Untuk menjaga kelangsungan pendidikan, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke sistem daring dari rumah. Kebijakan ini diberlakukan selama dua hari, yakni dari Senin hingga Selasa, 10 Maret 2023.

Luh Putu Adi Ariwati, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil sambil menuntaskan proses pembersihan ruang kelas. "Karena ruangan belum sepenuhnya bersih, anak-anak masih belajar dari rumah. Pembersihan ditargetkan selesai sampai Selasa," jelasnya.

Jika pembersihan berjalan sesuai rencana, kegiatan belajar tatap muka dijadwalkan kembali berlangsung mulai Rabu, 11 Maret 2023. Namun, untuk sementara waktu, pembelajaran akan dilakukan dalam dua shift. Siswa kelas 1, 2, dan 3 akan belajar pada pagi hari, sementara siswa kelas 4, 5, dan 6 dijadwalkan masuk pada sesi siang mulai pukul 10.30 Wita.

Menurut Ariwati, meskipun banjir merendam beberapa fasilitas sekolah, kerusakan yang terjadi tidak terlalu signifikan. "Yang terendam hanya buku perpustakaan seperti buku cerita. Buku pembelajaran yang dipakai siswa masih aman," ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan belajar, siswa juga dapat memanfaatkan bahan ajar digital yang tersedia melalui platform pembelajaran milik Kementerian Pendidikan, termasuk Sistem Informasi Buku Indonesia (SIBI). Di samping itu, pada Senin, para siswa menerima bantuan buku dari Ketua DPRD Buleleng, yang diharapkan dapat mendukung kelancaran proses belajar setelah dampak banjir.

"Dengan bantuan buku ini dan dukungan pembelajaran digital, astungkara proses belajar anak-anak tidak sampai terhambat," tambah Ariwati.

Sementara itu, proses pembersihan lingkungan sekolah masih terus dilakukan. Sejak Minggu, 8 Maret 2023, personel TNI dikerahkan untuk membersihkan lumpur, dan pada Senin, semakin banyak relawan yang datang untuk membantu proses tersebut. Para relawan berkontribusi dalam menyingkirkan lumpur dan kayu-kayu yang terbawa arus banjir bandang.

You can share this post!