Jepara, Jawa Tengah - Bencana alam yang melanda Kabupaten Jepara, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang, telah mengganggu kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah. Sebanyak 21 Sekolah Dasar (SD) di daerah tersebut memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara, Ratib Zaini, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring ini dilakukan sambil memantau perkembangan kondisi cuaca di wilayah tersebut. Cuaca ekstrem telah menyebabkan dampak signifikan, seperti genangan banjir, tanah longsor, dan kerusakan pada bangunan sekolah.
Berikut adalah rincian sekolah-sekolah yang melaksanakan pembelajaran daring:
Selain sekolah-sekolah tersebut, terdapat beberapa institusi pendidikan lain yang mengalami genangan air tetapi masih dapat melaksanakan pembelajaran secara luring atau tatap muka. Kondisi ini menunjukkan dampak luas dari cuaca buruk yang melanda wilayah Jepara dan perlunya perhatian lebih untuk meminimalkan gangguan pada proses pendidikan.