Banjir yang melanda Kota Serang baru-baru ini berdampak pada sejumlah sekolah, termasuk Sekolah Dasar Negeri Karangantu. Akibat banjir, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tersebut terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran daring untuk sementara waktu.
Kepala SD Negeri Karangantu, Yuyun Herliani, menjelaskan bahwa ini adalah pengalaman pertama bagi sekolah tersebut mengalami banjir. Banjir mulai masuk ke area sekolah pada pukul 14.00 WIB, setelah kegiatan belajar mengajar selesai dilakukan, dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.
“Kami sudah mengamankan beberapa buku di setiap kelas. Kelas yang terendam adalah kelas bawah, yaitu kelas 1 hingga kelas 3, sementara kelas 4, 5, dan 6 berada di lantai dua dan tidak terdampak,” ujar Yuyun saat ditemui di sekolah pada Rabu, 2 Maret 2022.
Untuk menjaga kelangsungan belajar, pihak sekolah memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran daring hingga Sabtu mendatang. Yuyun juga menambahkan bahwa kondisi ruang kelas masih dipenuhi lumpur akibat banjir, sehingga proses pembersihan sekolah akan melibatkan guru-guru, sementara siswa tidak dilibatkan demi keamanan mereka.
“Kami akan bergotong-royong membersihkan ruang kelas, ruang guru, dan ruang komputer. Ini adalah banjir pertama yang kami alami, karena sebelumnya sekolah ini tidak pernah terdampak banjir,” tutup Yuyun.