Akibat banjir yang melanda wilayah Trowulan, ruang kelas di SMPN 1 Trowulan terpaksa terendam air, sehingga proses belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu. Sebagai solusi, pihak sekolah mengambil langkah untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar kepada metode daring.
Banjir yang terjadi di area sekitar sekolah mengakibatkan sejumlah ruang kelas tidak dapat digunakan. Air yang masuk ke dalam gedung sekolah membuat kondisi menjadi tidak kondusif untuk kegiatan belajar. Oleh karena itu, pihak sekolah memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran melalui platform daring agar siswa tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka meskipun dalam keadaan darurat.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat setempat, yang berharap agar penanganan banjir dapat segera dilakukan sehingga kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Trowulan dapat kembali normal.