Banjir Rendam SMKN 1 Kendit, Kegiatan Belajar Mengajar Beralih Daring
Ruang Daring

Banjir Rendam SMKN 1 Kendit, Kegiatan Belajar Mengajar Beralih Daring

SMK Negeri 1 Kendit yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami dampak signifikan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Ketinggian air yang mencapai lebih dari 1 meter memaksa sekolah untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar secara daring.

Kepala SMK Negeri 1 Kendit, Susiana, menjelaskan bahwa banjir tersebut mulai menggenangi sekolah pada malam hari tanggal 3 Februari 2023 setelah hujan deras mengguyur daerah sekitar. "Air ini berasal dari luapan air sungai dan dari sawah yang mengelilingi sekolah kami," ungkapnya.

Hingga saat ini, banjir yang menggenangi area sekolah belum menunjukkan tanda-tanda penyurutan. Air telah memasuki ruang administrasi, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan sejumlah ruang lainnya di gedung sisi barat sekolah. "Kalau ruang kelas yang di belakang, ketinggian air sudah lebih 1 meter. Di ruang kepala sekolah, termasuk ruang TU dan lobi, air sudah setinggi lutut," tambah Susiana.

Dalam upaya melindungi peralatan elektronik, Susiana menyatakan bahwa semua barang seperti laptop, komputer, dan televisi telah dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. "Semoga saja air tidak bertambah lagi. Jika terus naik, banyak peralatan elektronik di sekolah yang akan terendam," harapnya.

Akibat dari banjir ini, proses belajar mengajar di SMKN 1 Kendit telah beralih ke sistem daring sejak tanggal 4 Februari 2023. "Karena banyak rumah siswa yang juga terdampak banjir, kami terpaksa melakukan pembelajaran daring," jelasnya.

Banjir bandang yang melanda daerah tersebut juga berdampak pada ratusan rumah warga di Desa Tambak Ukir dan Desa Kendit, dengan puluhan di antaranya mengalami kerusakan total akibat terjangan banjir.

You can share this post!