Bawaslu DIY Galakkan Pengawasan Partisipatif di Perguruan Tinggi
Nasional

Bawaslu DIY Galakkan Pengawasan Partisipatif di Perguruan Tinggi

Portal Media Online - RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) terus memperkuat peran pengawasan partisipatif di lingkungan perguruan tinggi melalui program Bawaslu Mengajar. Kali ini, kegiatan bertajuk pedoman strategi dan teknik pengembangan pengawasan partisipatif digelar di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pada Jumat 27 Februari 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan adil.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu DIY Umi Illiyina, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kampus merupakan ruang strategis untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi sekaligus memperluas jangkauan pengawasan pemilu berbasis masyarakat.

Menurut Umi, mahasiswa memiliki kapasitas intelektual dan idealisme yang kuat dalam mengawal proses demokrasi. Ia menilai, partisipasi aktif mahasiswa dapat menjadi energi positif dalam memperkuat sistem pengawasan yang tidak hanya bertumpu pada lembaga resmi, tetapi juga melibatkan masyarakat luas. “Kampus adalah ruang strategis untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa agar terlibat aktif dalam pengawasan pemilu,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Umi menyampaikan materi bertajuk “Integrasi Nasional dalam Hubungannya dengan Demokrasi: Perspektif Pengawasan Pemilu”. Ia menjelaskan bahwa pemilu merupakan mekanisme integratif yang berfungsi sebagai sarana resolusi konflik secara konstitusional. Melalui pemilu, konflik kekuasaan diubah menjadi kompetisi yang regulatif serta menghadirkan legitimasi sebagai fondasi stabilitas nasional.

“Pengawasan pemilu sebagai instrumen integrasi mempunyai fungsi menjaga fairness (electoral justice), mengurangi distrust, mencegah konflik pasca pemilu, serta meningkatkan legitimacy output,” katanya. Menurutnya, pengawasan yang efektif akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Hubungan Internasional UTY, Muhammad Ridha Iswardhana, menyambut baik pelaksanaan Program Bawaslu Mengajar di kampusnya. Ia berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan fokus dan berperan aktif dalam diskusi. “Kami berharap mahasiswa mampu memperkaya wawasan dan pemahaman terkait pengawasan pemilu serta mengimplementasikannya dalam kehidupan demokrasi,” ucapnya.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 55 mahasiswa dari Jurusan Hubungan Internasional dan Psikologi UTY. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan diskusi sepanjang kegiatan berlangsung. Ke depan, Bawaslu DIY berkomitmen memperluas jangkauan Program Bawaslu Mengajar ke lebih banyak perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta guna memperkuat budaya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sehat dan berintegritas.

You can share this post!