PURBALINGGA, BAWASLU – Jajaran pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga secara resmi mengikuti acara Kickoff Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI pada Senin (23/2/2026). Acara yang mengusung tema "Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu" ini diikuti secara daring melalui kanal platform digital.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja. Momentum ini menandai dimulainya program pengawasan partisipatif yang dibalut dengan nuansa religius di bulan Ramadan bagi seluruh jajaran Bawaslu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Ramadan Sebagai Momentum Refleksi
Dalam sambutannya, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenti, menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi pengawas pemilu untuk melakukan refleksi atas sumpah jabatan dan komitmen pengabdian. Ia menegaskan bahwa kerja Bawaslu adalah kerja lintas waktu yang tidak hanya terpaku pada tahapan pemilu.
"Kerja pengawasan terus berjalan sepanjang masa jabatan lima tahun, baik ada tahapan pemilu maupun tidak. Demokrasi bukan hanya soal hasil atau siapa pemimpin yang lahir, tapi tentang memastikan prosesnya berjalan dengan benar," tegas Lolly.
Senada dengan itu, Totok Haryono selaku Anggota Bawaslu RI mengajak seluruh jajaran untuk mengambil spirit historis proklamasi kemerdekaan yang terjadi pada bulan Ramadan. Ia memaknai Ramadan sebagai momen untuk "membakar" penyakit demokrasi seperti oligarki, otoritarianisme, dan ketidaknetralan aparat.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, dalam arahannya memberikan instruksi khusus kepada jajaran Bawaslu di daerah, termasuk Bawaslu Kabupaten Purbalingga. Ia meminta agar kegiatan "Ngabuburit Pengawasan" kali ini melibatkan pemilih pemula dari kalangan pelajar SMA sederajat secara aktif.
"Kita harus memastikan bahwa cara yang haram tidak boleh digunakan untuk mencapai tujuan yang halal dalam demokrasi. Bawaslu hadir untuk melayani peserta pemilu dan masyarakat guna menjaga integritas proses tersebut," ujar Bagja.
Acara juga diisi dengan kultum oleh K.H. Muhammad Khalid Syairazi yang mengupas kaitan antara puasa dan demokrasi. Beliau menjelaskan bahwa puasa bertujuan melumerkan ego manusia, yang mana dalam konteks politik, ego penguasa yang tidak terkendali dapat memicu penyimpangan kekuasaan (power tends to corrupt). Oleh karena itu, mekanisme check and balances dalam demokrasi sangat krusial untuk mencegah sifat otoriter.
Dimulainya Pengawasan Partisipatif Masif
Sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan, dilakukan pemukulan beduk secara simbolis oleh jajaran pimpinan Bawaslu RI. Pasca kickoff ini, Bawaslu Kabupaten Purbalingga beserta seluruh jajaran di bawahnya diinstruksikan untuk segera melakukan kolaborasi masif dengan masyarakat sipil dan mempublikasikan setiap kegiatan pengawasan secara luas.