Depok - Atap dua ruang kelas di SDN Mekarjaya Depok mengalami ambruk secara tiba-tiba, yang memaksa pihak sekolah untuk mengambil langkah darurat. Dalam upaya menjaga keselamatan siswa, kegiatan belajar mengajar untuk lima ruang kelas yang tersisa dialihkan ke metode daring.
Kepala SDN Mekarjaya 29, Rika Kartini, menjelaskan bahwa meski hanya satu ruang kelas yang mengalami kerusakan parah, pihaknya khawatir dampak ambruknya atap tersebut dapat mengenai ruang kelas lainnya. Oleh karena itu, semua ruang kelas yang berdekatan juga dikosongkan demi keamanan.
"Ada lima ruangan kelas, yang berderet satu rangkaian. Untuk hari ini, khusus di hari Senin, kita anak kelas I, II, III, dan IV itu di-BDR-kan (belajar dari rumah). Kelas V dan VI tetap masuk seperti biasa karena ada ruangan yang menurut kami aman dan tidak terdampak," ujar Rika.
Rika menambahkan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan dua sekolah terdekat, yaitu SDN Mekarjaya 28 dan Mekarjaya 3, untuk mencari solusi sementara bagi siswa. SDN Mekarjaya 3 telah menawarkan tiga ruang kelas kosong yang dapat digunakan sebagai tempat pembelajaran sementara.
Ketika tim detikcom melakukan pemantauan di lokasi, terlihat kondisi dua ruang kelas yang mengalami ambruk. Ruang kelas II-A dan II-B mengalami kerusakan yang cukup parah, dengan genteng yang jatuh ke lantai dan kayu penyanggah yang berserakan. Di ruang kelas kedua, meski plafon masih terpasang, kondisinya hampir roboh, dan serpihan plafon pun terlihat berserakan di lantai.
Dalam situasi ini, pihak sekolah berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan siswa tetap mendapatkan pendidikan meskipun harus dilakukan secara daring.