Portal Media Online - Pemerintah Provinsi Bengkulu memfokuskan langkah strategis untuk meningkatkan hasil panen kelapa sawit di lahan seluas 424,53 ribu hektar yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota.
Langkah ini diambil untuk memastikan potensi perkebunan memberikan dampak ekonomi maksimal bagi masyarakat setempat. Optimalisasi mencakup perbaikan tata kelola dan pembaruan tanaman yang sudah tidak produktif.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa luas tanaman perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu pada tahun 2024 mencapai 424,53 ribu hektar, menjadikannya sebagai komoditas utama sektor perkebunan di daerah tersebut. Untuk mendukung produktivitas, pemerintah daerah mendorong petani aktif dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang bertujuan mengganti pohon tua dengan bibit baru yang lebih unggul. Selain itu, peningkatan infrastruktur jalan akses ke area perkebunan menjadi agenda penting untuk kelancaran distribusi hasil bumi.
Aspek keberlanjutan lingkungan menjadi syarat dalam perdagangan global, dengan pemenuhan sertifikasi standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai target. Pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit juga diupayakan untuk menjadi sumber energi terbarukan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan rutin bagi kelompok tani tetap menjadi prioritas. Dengan luas lahan yang signifikan, Bengkulu optimis dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memperkuat posisinya sebagai pemasok minyak sawit mentah yang diperhitungkan.