BRIN Percepat Penggunaan Sawit Sebagai Bahan Bakar Transportasi untuk Menanggulangi Polusi
Pusat Online

BRIN Percepat Penggunaan Sawit Sebagai Bahan Bakar Transportasi untuk Menanggulangi Polusi

Tangerang Selatan, HAISAWIT – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengoptimalkan penelitian mengenai material Metal-Organic Frameworks (MOF) untuk mengonversi minyak kelapa sawit mentah menjadi diesel terbarukan. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama di sektor transportasi yang berkontribusi sebesar 44 persen terhadap konsumsi energi nasional.

Pemerintah Indonesia menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2030 dan berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Dalam mendukung pencapaian tersebut, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN, Ratno Nuryadi, menegaskan pentingnya dukungan bagi para peneliti dalam pengembangan riset material MOF.

“BRIN mendorong inovasi material melalui pengembangan riset Metal-Organic Frameworks untuk mendukung teknologi kesehatan dan mempercepat transisi energi berkelanjutan,” ungkap Ratno Nuryadi dalam sebuah pernyataan.

Inovasi Katalis Energi

Salah satu peneliti dari Pusat Riset Kimia Molekuler (PRKM) BRIN, Sudiyarmanto, menjelaskan bahwa riset ini berfokus pada pengembangan material hibrida berbasis MOF sebagai katalis energi. Proses ini diharapkan dapat mengolah crude palm oil (CPO) secara efektif, sehingga mendukung ketersediaan bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan.

Sudiyarmanto mencatat bahwa peningkatan emisi gas rumah kaca di Indonesia mencapai 600 juta ton CO₂e pada tahun 2019, dengan penggunaan bahan bakar diesel fosil yang masih dominan di sektor transportasi. Oleh karena itu, program transisi energi melalui pengembangan bioenergi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Peluang untuk Teknologi Kesehatan dan Kedaulatan Energi

Pengembangan energi terbarukan mencakup berbagai jenis bahan bakar, seperti bioetanol, biogas, dan renewable diesel yang berasal dari komoditas kelapa sawit. Material MOF biokomposit berbasis seng, besi, dan aluminium juga dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan efektivitas terapi biomedis.

Inovasi material hibrida ini diharapkan dapat membuka peluang besar bagi kemajuan dalam teknologi kesehatan dan mendukung kedaulatan energi di Indonesia. Salah satu riset yang sedang dilakukan oleh Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN berjudul “Modulation of Metal-Organic Frameworks (MOFs) for the Tunable Release of Carbohydrate-based Therapeutics” juga menunjukkan sifat multifungsional MOF yang dapat diterapkan di berbagai bidang industri strategis.

You can share this post!