BTC Bridge Open Tournament Resmi Jadi Turnamen Internasional di Malang
Olahraga

BTC Bridge Open Tournament Resmi Jadi Turnamen Internasional di Malang

MALANG – Dunia olahraga bridge Indonesia memasuki babak baru. 3rd BTC Bridge Open Tournament resmi naik kelas menjadi turnamen bertaraf internasional.

Ajang ini akan digelar pada 10–12 April 2026 nanti di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang. Untuk pertama kalinya, turnamen yang lahir dari inisiatif klub ini membuka diri bagi partisipasi atlet mancanegara.

Kenaikan status tersebut menandai transformasi BTC Bridge Open Tournament dari sekadar kejuaraan nasional menjadi panggung kompetisi internasional. Dua edisi sebelumnya telah mengukuhkan reputasi BTC sebagai turnamen bergengsi di level nasional.

Tahun ketiga ini, skalanya diperluas. Targetnya jelas, mempertemukan atlet bridge Indonesia dengan persaingan global.

Pemilihan Kota Malang sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Infrastruktur yang memadai, akses transportasi yang relatif mudah, serta ekosistem olahraga dan kreatif yang tumbuh pesat menjadi pertimbangan utama. Kehadiran Malang Creative Center sebagai venue juga memperkuat citra Malang sebagai kota kreatif yang siap menggelar event berskala besar.

Ketua Klub Bridge To Champion (BTC), Thoriq, menegaskan bahwa BTC lahir dari semangat komunitas. Berbeda dengan agenda resmi yang digelar melalui struktur organisasi daerah, BTC hadir sebagai inisiatif klub yang ingin memperkuat ekosistem bridge dari akar rumput.

“Di Jawa Timur sudah ada agenda besar yang secara tradisional diselenggarakan di Surabaya sebagai bagian dari program GABSI Jawa Timur. BTC hadir dari jalur yang berbeda. Satu mewakili kegiatan pemerintah, satu lagi murni dari swasta atau komunitas. Kalau dua-duanya berjalan dan berkolaborasi, dampaknya justru sangat baik,” ujarnya.

Menurut Thoriq, konsistensi penyelenggaraan turnamen menjadi kunci keberlanjutan olahraga bridge. Tanpa kompetisi yang rutin dan berkualitas, regenerasi atlet akan tersendat.

“Kalau tidak ada turnamen, lama-lama bridge bisa kehilangan generasi. Ini yang tidak boleh terjadi. BTC kami rancang sebagai ruang bertanding yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi atlet muda Jawa Timur yang selama ini kerap terkendala biaya untuk mengikuti kejuaraan besar di luar daerah. Dengan digelarnya BTC di Malang, kesempatan itu diharapkan semakin terbuka.

“Kami ingin atlet-atlet muda Jawa Timur ikut event berbobot tanpa harus terbebani ongkos besar. Mereka perlu ditempa sejak dini. Ke depan, merekalah yang diharapkan menjadi tulang punggung tim Jawa Timur, termasuk di ajang PON,” katanya.

3rd BTC Bridge Open Tournament dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan sistem pertandingan yang dirancang kompetitif. Panitia menyiapkan total hadiah sekitar Rp180 juta, menjadikannya salah satu turnamen bridge dengan nilai hadiah cukup besar di Indonesia. Informasi teknis dan perkembangan turnamen dapat diakses melalui akun resmi Instagram @bridgetochampions.

Selain berdampak pada pembinaan atlet, turnamen ini juga diharapkan memberi efek ekonomi bagi Kota Malang. Kehadiran atlet, ofisial, dan pendamping dari berbagai daerah bahkan luar negeri diperkirakan akan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pariwisata.

Dengan naiknya status BTC Bridge Open Tournament menjadi internasional, Kota Malang tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi olahraga prestasi, tetapi juga ikut memperkuat posisinya sebagai destinasi event nasional dan global. Dari Malang, bridge Indonesia kini menatap arena yang lebih luas.

You can share this post!