Portal Media Online - RRI.CO.ID, Singaraja - Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengajak dunia usaha dan industri di Kabupaten Buleleng untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Banjar. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pemulihan pascabencana yang hingga kini masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih memfokuskan penanganan pada berbagai langkah pemulihan di wilayah yang terdampak paling parah, khususnya di Kecamatan Banjar. Upaya tersebut meliputi pembersihan material banjir, pencarian korban yang masih hilang, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun kebutuhan dasar.
Sutjidra mengatakan proses pembersihan material banjir masih menjadi pekerjaan berat karena banyaknya lumpur, kayu, dan puing yang terbawa arus banjir ke permukiman warga. Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah daerah juga mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu kegiatan pembersihan di sejumlah titik terdampak.
“Pembersihan material banjir ini memang cukup berat karena banyak lumpur dan puing yang terbawa arus. Karena itu kami juga mengerahkan teman-teman ASN untuk membantu mempercepat proses pembersihan di lokasi terdampak,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melanjutkan pencarian terhadap korban yang hingga kini masih belum ditemukan. Upaya pencarian tersebut direncanakan dilakukan dengan memperpanjang masa operasi bersama Basarnas agar peluang menemukan korban tetap terbuka.
Ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung. Bantuan yang disalurkan di antaranya berupa kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, serta dukungan lain agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara bertahap.
“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan tentu sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di Banjar. Kami berharap dunia usaha dapat bergotong royong membantu masyarakat agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” kata Sutjidra.
Berdasarkan data sementara, banjir bandang yang terjadi pada 6 Maret lalu berdampak pada 12 desa di Kecamatan Banjar dan menyebabkan kerusakan di berbagai sektor. Bencana tersebut merusak sedikitnya 31 rumah warga, fasilitas pendidikan, serta sejumlah pura yang berada di wilayah terdampak.
Selain menimbulkan kerusakan materiil, banjir bandang tersebut juga menyebabkan korban jiwa di tengah masyarakat. Tercatat empat orang meninggal dunia akibat bencana tersebut, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.