Dapur MBG Sukoharjo: Ruang Kerja Inklusif untuk Penyandang Disabilitas
Sosial

Dapur MBG Sukoharjo: Ruang Kerja Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

Latifah adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih duduk di bangku TK. Dua kakaknya kini merantau—satu di Sumatera dan satu di Sulawesi—sementara ia tinggal bersama ibunya.

Dari gaji yang diterimanya setiap bulan, Latifah kini dapat membantu kebutuhan makan sehari-hari di rumah. Ia pun merasakan kebahagiaan sederhana yang dulu terasa jauh dari jangkauannya.

“Alhamdulillah selama kerja di SPPG Polokarta ini, saya bisa membeli sepeda listrik impian saya ini dan bisa membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Sepeda listrik itu bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol kemandirian dan hasil dari kerja kerasnya sendiri. Di lingkungan kerja yang suportif, Latifah juga menemukan ruang bersosialisasi dan rasa kebersamaan.

Di akhir perbincangan, ia menyampaikan harapan agar program ini terus berjalan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Semoga program ini bisa berjalan terus sampai tidak ada batas waktunya. Semoga ini bisa bermanfaat untuk semua warga Indonesia ini. Terima kasih untuk Pak Prabowo, saya sangat senang bekerja di sini, di SPPG ini. Semoga program ini berjalan terus,” harapnya.

Kisah Latifah menjadi bukti bahwa dapur MBG di Sukoharjo bukan hanya menghadirkan layanan gizi bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang kesempatan kerja yang inklusif, memberi harapan baru bagi mereka yang kerap dipandang memiliki keterbatasan.

You can share this post!