Data BNPB 2010-2021: Kejadian Tanah Longsor dan Hubungan dengan Perkebunan Sawit
Pusat Online

Data BNPB 2010-2021: Kejadian Tanah Longsor dan Hubungan dengan Perkebunan Sawit

Portal Media Online - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 3.952 kejadian tanah longsor di seluruh Indonesia antara tahun 2010 hingga 2021, tanpa adanya hubungan langsung dengan keberadaan perkebunan kelapa sawit.

Awal Kejadian

Data resmi dari BNPB menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian tanah longsor terjadi di wilayah yang bukan merupakan pusat pengembangan perkebunan kelapa sawit. Dalam laporan tersebut, provinsi Jawa Tengah mendominasi dengan 2.655 peristiwa, menyumbang sekitar 63 persen dari total kejadian nasional dalam periode sebelas tahun tersebut.

Perkembangan

Provinsi Bali berada di urutan kedua dengan 219 kejadian atau 5 persen dari total nasional, diikuti oleh Kalimantan Timur (177 kejadian, 4 persen), Sulawesi Selatan (156 kejadian, 4 persen), dan Yogyakarta (132 kejadian, 3 persen). Mayoritas dari provinsi yang tercatat memiliki frekuensi longsor tertinggi adalah non-sentra sawit, kecuali Kalimantan Timur. Data BNPB tahun 2022 menunjukkan distribusi bencana tanah longsor yang merata dari barat hingga timur Indonesia, dengan daerah tanpa perkebunan sawit mengalami intensitas longsor yang lebih tinggi akibat topografi dan curah hujan.

Kondisi Terakhir

Analisis kejadian tanah longsor menunjukkan bahwa pemicu bencana ini bersifat multidimensi, melibatkan faktor geologis dan kemiringan lereng yang krusial bagi stabilitas tanah. Informasi ini menjadi referensi penting bagi pemangku kepentingan dalam pengembangan strategi mitigasi bencana yang efektif dan berbasis data akurat, guna membangun kebijakan perlindungan lingkungan yang tepat sasaran.

You can share this post!