Portal Media Online - Sinar Mas Agribusiness and Food mengimplementasikan teknologi canggih melalui sistem Electronic Field Activity Capture and Traceability (eFACT) 2.0 dan kecerdasan buatan untuk deteksi potensi kebakaran hutan. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional perkebunan, khususnya dalam proses panen dan pemeliharaan tanaman.
Transformasi digital ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada laporan manual yang sering terlambat diterima oleh pengawas lapangan di perkebunan kelapa sawit. Sumario Lim dari Upstream Digitalisation Team menjelaskan bahwa eFACT 2.0 dirancang untuk menjembatani kesenjangan informasi antara kondisi di lapangan dan pusat data perusahaan.
Penerapan teknologi baru ini dilakukan dengan pendekatan personal kepada karyawan. Tim pengembang aktif mendengarkan masukan dan keluhan petugas lapangan untuk memaksimalkan operasional sistem digital. eFACT 2.0 mengintegrasikan berbagai data operasional dalam satu dasbor yang langsung dapat diakses, memudahkan manajemen dalam pengelolaan sumber daya manusia dan alat berat.
Fitur utama dari sistem ini meliputi dasbor untuk memantau kemajuan panen, pelacakan penggunaan pupuk, serta kamera pengawas berbasis AI dengan jangkauan deteksi hingga 17 kilometer. Gerarldo Indra Darmawan, seorang inovator muda, menambahkan bahwa penggunaan AI untuk memantau keamanan lahan dari ancaman kebakaran terbukti efektif dalam mendeteksi asap tipis pada malam hari.
Saat ini, satu menara kamera pengawas berbasis AI setinggi 30 meter berfungsi setara dengan delapan menara pengawas tradisional dan memberikan peringatan otomatis 24 jam, terutama saat musim kemarau. Sistem ini telah dioperasikan di 19 area perkebunan di Sumatera dan Kalimantan, memperkuat perlindungan ekosistem sekitar serta menjaga stabilitas operasional harian perusahaan sawit.