Dinsos Kota Banjar Berikan Pembinaan kepada Anak Disabilitas Peminta-minta
Sosial

Dinsos Kota Banjar Berikan Pembinaan kepada Anak Disabilitas Peminta-minta

Portal Media Online - harapanrakyat.com,- Dinas Sosial P3A (Dinsos) Kota Banjar, Jawa Barat, menanggapi terkait anak disabilitas yang menjadi peminta-minta di Simpang 4 Djarum, yang terjaring petugas Satpol PP, pada Jumat 27 Februari 2026. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Kota Banjar, Kokom Komala mengatakan, anak tersebut merupakan warga Desa Langensari.

Anak tersebut masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar kelas 4 di Sekolah Luar Biasa (SLB). Peminta-minta yang terjaring Satpol PP tersebut juga penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara.

Pihaknya telah memanggil orang tua yang bersangkutan untuk diberikan arahan. Penjelasan dari orang tuanya, anak tersebut turun ke jalan atas inisiatif sendiri.

“Anak tersebut masih bersekolah di SLB Kemarin. Sudah kami panggil orang tuanya untuk diberikan pengarahan,” kata Kokom kepada harapanrakyat.com, Sabtu (28/2/2026).

Anak Disabilitas Terjaring Satpol PP, Dinsos Perkuat Pengawasan Keluarga

Lebih lanjut ia menambahkan, selain memberikan pengarahan kepada orang tua yang bersangkutan, pihaknya juga memberikan pembinaan kepada anak tersebut. Dinsos juga memberikan dukungan penguatan keluarga, dan mengarahkan orang tua yang bersangkutan agar melakukan pengawasan agar anaknya tidak kembali ke jalan.

Namun begitu, pihaknya tidak bisa memasukkan anak tersebut untuk mengikuti program pelatihan kemandirian pemerintah provinsi. Karena masih berstatus sebagai pelajar.

“Ini belum bisa ikut pelatihan disabilitas di pemerintah provinsi, karena anak tersebut masih tercatat di Dapodik sebagai siswa,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan kepada orang tuanya, untuk memeriksakan kesehatan anak disabilitas yang terjaring Satpol PP ke puskesmas atau rumah sakit. Pemeriksaan tersebut terkait kondisi tuna rungu, intelektual, atau mental anaknya.

Hal ini, karena menurut penuturan orang tua yang bersangkutan, selama ini mereka belum pernah memeriksakan kondisi kesehatan anaknya secara medis. “Kami juga sarankan orang tuanya untuk memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan. Akan kami antar ke Puskesmas yang ada di wilayahnya,” pungkas Kokom.

You can share this post!