Kabar duka menyelimuti Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, di mana salah satu dosen Fakultas Ilmu Budaya, AT, meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona baru. AT menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 27 Desember 2020, pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit UNS Sukoharjo.
Sebelum meninggal, AT sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan melanjutkan tugasnya sebagai pengajar dengan memberikan kuliah daring. Sebuah rekaman audio yang berisi kuliah AT tersebar di grup WhatsApp, di mana ia mengajar Pendidikan Agama Islam dan menginformasikan kepada mahasiswanya tentang ujian akhir semester yang dijadwalkan untuk dilaksanakan pekan berikutnya.
Dalam rekaman tersebut, AT menyampaikan, "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebelumnya mohon maaf, suara saya terbata-bata. Untuk materi kuliah Pendidikan Agama Islam saya akhiri. Minggu depan, pekan depan langsung ujian akhir semester. Hal ini disebabkan karena saya sakit. Sekarang saya terpapar Covid-19 dan diisolasi di RS UNS. Jikalau saudara mendokan, cukup mendoakan dalam hati dan lisan, tidak usah diungkapkan lewat WA. Oleh karena itu, pekan depan ujian akhir semester. Sekian, terima kasih."
Rektor UNS, Jamal Wiwoho, menjelaskan bahwa AT memberikan kuliah tersebut pada Jumat, 25 Desember 2020, saat kondisi beliau baru mulai dirawat di rumah sakit setelah menjalani isolasi mandiri. "Jumat malam sempat ngasih kuliah Agama Islam. Jumat itu beliau baru mulai dirawat di RS UNS setelah sempat isolasi mandiri," jelas Jamal.
Setelah meninggal, jenazah AT dimakamkan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Rektor UNS juga meminta pihak rumah sakit untuk melakukan tracing kepada keluarga almarhum. Jamal menambahkan bahwa AT sudah lama tidak melakukan kontak langsung dengan dosen lainnya karena kuliah daring yang diterapkan.
Jamal merasakan kehilangan yang mendalam atas sosok AT, yang dianggapnya sebagai pekerja keras dan motivator bagi rekan-rekannya. "Beliau agamanya baik, suka memotivasi teman-teman, pekerja keras, suka mengajak ibadah," ungkapnya.