DPR Dorong Pengembangan Energi Geothermal untuk Sektor Agro Lampung
Pusat Online

DPR Dorong Pengembangan Energi Geothermal untuk Sektor Agro Lampung

Portal Media Online - Wakil Ketua Komisi Dua Belas DPR RI, Sugeng Suparwoto, mendorong pengembangan energi geothermal di Provinsi Lampung untuk meningkatkan operasional industri biodiesel nasional. Potensi geothermal Lampung yang mencapai hampir 3 Gigawatt (GW) dianggap mampu mendukung hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong.

Awal Kejadian

Dalam Kunjungan Kerja Reses pada Jumat (20/2/2026), Sugeng menekankan pentingnya panas bumi sebagai sumber energi stabil yang dibutuhkan oleh pabrik pengolahan kelapa sawit dan industri hilir agro lainnya. Ia menyatakan bahwa panas bumi adalah satu-satunya energi baru terbarukan yang dapat menghasilkan listrik secara baseload 24 jam tanpa tergantung pada cuaca.

Perkembangan

Sugeng berpendapat bahwa transformasi sektor perkebunan Lampung diperlukan untuk menghasilkan bahan bakar nabati, sehingga mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Ia mengusulkan agar Lampung dapat menjadi pusat industri etanol berbasis tebu dan molases, yang juga mendukung pengurangan konsumsi bahan bakar fosil. Ketersediaan pasokan listrik mandiri dari panas bumi diharapkan dapat mengamankan rantai produksi industri Crude Palm Oil (CPO) dan mendukung mandatori biodiesel nasional.

Kondisi Terakhir

Lampung saat ini mengimpor 900 Megawatt (MW) untuk memenuhi kebutuhan listrik total wilayah sebesar 1,2 GW, sedangkan kapasitas mandiri saat ini hanya 360 MW. Pengembangan kapasitas geothermal dimasukkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mendukung pembangunan kawasan industri berbasis agro yang berkelanjutan. Beberapa pengembang, seperti Pertamina Geothermal Energy dan Star Energy Geothermal, telah beroperasi di wilayah Lampung untuk mendukung transisi menuju kemandirian energi baru terbarukan.

You can share this post!