Ekspor Fraksi Cair Minyak Sawit Kalbar ke Arab Saudi Capai 21 Juta Ton
Pusat Online

Ekspor Fraksi Cair Minyak Sawit Kalbar ke Arab Saudi Capai 21 Juta Ton

Pontianak, HAISAWIT – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat bahwa pengiriman fraksi cair minyak sawit ke Arab Saudi mencapai volume 21 juta ton pada periode perdagangan Desember 2025. Komoditas turunan kelapa sawit ini menjadi andalan ekspor utama wilayah Kalimantan Barat ke pasar Timur Tengah, yang berkontribusi menjaga performa perdagangan daerah di tengah perlambatan ekonomi global.

Nilai ekspor Kalimantan Barat pada Desember 2025 tercatat sebesar 176,69 juta dolar Amerika Serikat, dengan kontribusi signifikan berasal dari sektor minyak sawit. Meskipun total ekspor mengalami penurunan sebesar 0,25 persen dibandingkan November 2025, pengiriman fraksi cair minyak sawit tetap menunjukkan stabilitas yang signifikan.

Kinerja positif produk sawit ini kontras dengan beberapa komoditas unggulan lainnya yang mengalami kemerosotan tajam dalam setahun terakhir di pasar internasional. Berdasarkan data resmi BPS, terdapat penurunan performa yang cukup dalam pada beberapa sektor komoditas ekspor non-sawit, antara lain:

  • Ekspor buah-buahan, khususnya kelapa tua, anjlok hingga 74,20 persen.
  • Sektor karet dan barang dari karet merosot sebesar 53,39 persen.
  • Komoditas bahan kimia anorganik jenis alumina turun sebesar 28,4 persen.

Penurunan kinerja ekspor tahunan di provinsi ini dipicu oleh melemahnya sektor industri pengolahan dan sektor pertanian, yang masing-masing terkontraksi sebesar 23,92 persen dan 21,41 persen. Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Kalimantan Barat, Yunita, mengonfirmasi bahwa ekspor alumina ke Tiongkok dan Belanda masih mendominasi secara volume.

Minyak sawit dalam bentuk fraksi cair berhasil menempatkan Arab Saudi sebagai salah satu negara tujuan ekspor strategis, selain pasar tradisional seperti Tiongkok dan Belanda. Volume ekspor alumina ke Tiongkok dan Belanda mencapai 165,78 juta ton, namun pasar Arab Saudi secara spesifik menyerap produk hilir kelapa sawit Kalbar dalam jumlah yang signifikan.

Berikut adalah rincian capaian nilai ekspor Kalimantan Barat berdasarkan negara tujuan utama pada periode laporan akhir tahun 2025:

  • Ekspor ke Tiongkok mencapai nilai 48,34 juta dolar AS.
  • Ekspor ke Belanda tercatat sebesar 35,73 juta dolar AS.
  • Ekspor fraksi cair minyak sawit ke Arab Saudi mencapai 21 juta ton.

Dominasi produk sawit ke Timur Tengah menunjukkan ketahanan daya saing sektor perkebunan kelapa sawit Kalimantan Barat di tengah perlambatan sektor industri pengolahan lainnya. Stabilitas pengiriman fraksi cair minyak sawit ini berperan penting dalam memitigasi dampak penurunan tajam pada komoditas pertanian lain seperti kelapa tua dan karet yang sedang lesu.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan luar negeri Kalimantan Barat pada Desember 2025 tetap mengandalkan diversifikasi pasar internasional untuk menjaga neraca perdagangan daerah tetap terjaga dengan baik.

You can share this post!