Pontianak, HAISAWIT – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melaporkan bahwa nilai ekspor daerah pada Desember 2025 mencapai 176,69 juta Dolar Amerika Serikat (AS). Meskipun demikian, kinerja industri pengolahan mengalami penurunan yang signifikan.
Data BPS menunjukkan bahwa nilai pengiriman barang ke luar negeri mengalami penurunan sebesar 0,25 persen secara bulanan dibandingkan bulan sebelumnya, November 2025. Secara tahunan, penurunan ini lebih mencolok dengan angka mencapai 23,18 persen.
Penyusutan kinerja perdagangan luar negeri ini disebabkan oleh rendahnya volume ekspor bahan kimia anorganik, seperti alumina, serta penurunan drastis pada komoditas pertanian lainnya, termasuk karet dan buah kelapa tua. Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Kalimantan Barat, Yunita, menjelaskan bahwa penurunan ekspor tahunan terjadi pada sektor industri pengolahan dan pertanian, masing-masing sebesar 23,92 persen dan 21,41 persen.
Walaupun mengalami penurunan secara keseluruhan, komoditas turunan kelapa sawit tetap menjadi andalan. Ekspor fraksi cair minyak sawit ke negara Arab Saudi tercatat mencapai volume hingga 21 juta ton. Sektor lemak dan minyak hewan atau nabati, yang didominasi oleh sawit, memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan devisa daerah di tengah ketidakpastian pasar.
Kinerja sektor industri pengolahan pada akhir tahun 2025 mengalami penurunan sebanyak 2,18 persen, yang berdampak langsung pada akumulasi total nilai perdagangan internasional Kalimantan Barat. Penurunan paling tajam terjadi pada sektor pertanian non-sawit, di mana komoditas buah-buahan mengalami penurunan sebesar 74,20 persen, sedangkan karet dan barang dari karet merosot hingga 53,39 persen.
Nilai impor Kalimantan Barat sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 650,54 juta Dolar AS, dengan komoditas utama berupa mesin mekanik dan bahan bakar mineral yang berasal dari Tiongkok, Malaysia, dan Singapura.
Total aktivitas perdagangan internasional daerah ini, yang mencakup ekspor dan impor, mencapai angka 2.542,34 juta Dolar AS, berdasarkan ringkasan data resmi yang dipaparkan pada Selasa (03/02/2026).