Portal Media Online - SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kontroversi yang melibatkan selebgram asal Malang, Emy Aghnia.
Unggahan konten promosi berbayar (endorsement) miliknya mendadak banjir kritik tajam dari warganet hingga figur publik.
Emy dinilai tidak sensitif karena menyisipkan cuplikan video pernyataan mendiang Vidi Aldiano mengenai perjuangan penyakitnya sebagai "jembatan" (bridging) untuk memasarkan produk herbal.
Tindakan ini memicu reaksi keras, salah satunya dari sahabat karib Vidi, Reza Chandika, yang menyebut langkah tersebut telah melampaui batas etika profesional maupun sosial.
Kronologi Konten yang Menjadi Kontroversi
Dalam video yang kini telah dihapus tersebut, Emy Aghnia awalnya menampilkan potongan podcast di mana mendiang Vidi Aldiano berbicara mengenai harta yang terasa tidak berharga saat seseorang divonis penyakit ganas.
Emy kemudian tampak menunjukkan raut muka sedih dan mengaku merasa kehilangan sosok Vidi meski tidak mengenalnya secara pribadi.
Namun, narasi emosional tersebut segera berubah menjadi materi promosi.
Emy mulai membahas mengenai kesadarannya untuk menjaga kesehatan dan mengonsumsi vitamin, lalu secara langsung memperkenalkan salah satu produk herbal yang ia gunakan.
Transisi dari berita duka ke konten komersial inilah yang dianggap warganet sebagai bentuk eksploitasi kesedihan demi meraih keuntungan materi dan engagement.
"Secara etika yang berlaku umum di masyarakat maupun profesional, tindakan tersebut dianggap kurang etis atau bahkan bisa disebut tidak etis," tulis Reza. Ia menekankan bahwa menggunakan duka sebagai alat pemasaran hanya akan mengikis nilai integritas seseorang di mata publik. "Etika adalah tentang memanusiakan manusia," tegasnya.
Permohonan Maaf dan Itikad Baik
Menyadari unggahannya memicu kegaduhan dan menyakiti perasaan banyak pihak, Emy Aghnia segera mengambil langkah cepat dengan menghapus video tersebut dari seluruh platform media sosialnya. Ia juga mengunggah permohonan maaf secara terbuka melalui Instagram Story.