KBRN,Mataram: Lagu-lagu daerah Sasak yang dulu identik dengan kesan “jadul” kini tampil lebih segar dan diminati lintas generasi. Di balik perubahan itu, ada sosok Erny Ayuningsih, musisi muda yang bertekad membuktikan bahwa musik tradisional juga bisa modern, menarik, dan relevan dengan selera anak muda masa kini.
“Dulu banyak yang bilang lagu Sasak itu kuno, cuma cocok buat orang tua,” ujar Erny sambil tersenyum dalam beberapa kesempatan Podcast dengan RRI Mataram.
“Tapi kalau dikemas dengan baik, ternyata semua orang bisa suka, bahkan bisa viral di media sosial.” Tambahnya.
Berangkat dari pandangan tersebut, Erny mulai bereksperimen dengan aransemen musik yang lebih segar, lirik yang mudah dipahami, serta video klip yang dikemas modern dan menarik. Usahanya membuahkan hasil beberapa lagu Sasak versi baru kini ramai digunakan di platform digital seperti TikTok dan Instagram Reels.
Tak hanya mempopulerkan lagu daerah, Erny juga berperan mengubah cara pandang masyarakat terhadap musik tradisional. “Sekarang lagu Sasak nggak lagi dianggap jadul. Banyak anak muda yang justru bangga pakai lagu daerah buat konten dan tren di media sosial,” kata Hendri, rekan musisi yang turut mendukung langkah kreatif Erny.
Bagi Erny dan Hendri, misi mereka bukan sekadar membuat lagu viral, tetapi menjaga agar budaya Sasak tetap hidup di tengah arus modernisasi. “Musik daerah bisa terus berkembang selama kita berani berinovasi dan tetap cinta budaya sendiri,” tegas Erny.
Kini, lagu Sasak bukan lagi sekadar warisan budaya, melainkan simbol kreativitas dan kebanggaan lokal. Dengan sentuhan modern, musik ini berhasil menembus batas generasi dari orang tua hingga anak muda dan membuktikan bahwa karya yang dibuat dengan sepenuh hati akan selalu menemukan pendengarnya.