Portal Media Online - WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perusahaan infrastruktur telekomunikasi, FiberStar, terus memperluas jaringan konektivitas berbasis serat optik di Indonesia.
Sebagai penyedia jaringan transport yang bersifat netral, FiberStar membuka akses bagi berbagai penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) untuk menggunakan infrastrukturnya.
Network Planning Department Head FiberStar, Yudo Satrio, menjelaskan bahwa FiberStar merupakan perusahaan yang berfokus pada bisnis konektivitas, khususnya jaringan serat optik.
“FiberStar itu perusahaan dengan basis bisnis connectivity. Kami adalah penyedia layanan transport jaringan yang bersifat netral. Artinya, jaringan kami bisa digunakan oleh berbagai ISP,” ujar Yudo dalam kegiatan Buka Bersama Media 2026 FiberStar di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Penyedia jaringan untuk ISP
Berbeda dengan model jaringan tertutup yang hanya melayani satu operator, FiberStar mengusung konsep open access.
Jika suatu operator memiliki jaringan khusus untuk layanan internalnya, FiberStar justru menyediakan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan banyak ISP sekaligus.
“Jaringan optik kami netral dan bisa dipakai oleh ISP mana saja. Jadi kami tidak terikat hanya pada satu penyedia layanan,” katanya.
Target 750 ribu homepass baru di 2026
Dari sisi ekspansi jaringan, Yudo mengungkapkan bahwa pada 2024 FiberStar memiliki sekitar 2,3 juta homepass.
Sepanjang 2025, perusahaan membangun tambahan 1 juta homepass sehingga total jaringan yang telah melewati rumah pelanggan mencapai 3,36 juta homepass.
Homepass merupakan indikator jumlah rumah yang telah dilalui jaringan fiber optik dan siap dilayani ISP mitra.
Untuk 2026, FiberStar menargetkan pembangunan sekitar 750 ribu homepass baru dengan fokus penguatan di wilayah Jawa dan Bali.
“Secara bisnis, investasi di Jawa-Bali masih lebih efisien karena populasi besar dan demand tinggi. Itu yang menjadi pertimbangan utama kami,” jelas Yudo.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa di tahun 2025, pertumbuhan home connected atau internet rumah FiberStar lebih cepat dibanding pertumbuhan homepass, yaitu naik dari sekitar 14,0 persen pada 2024 menjadi sekitar 14,6 persen pada 2025.