Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk memblokir game online yang mengandung tema kekerasan, termasuk yang berhubungan dengan perang dan penggunaan senjata api. Pernyataan ini disampaikan setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang melibatkan siswa yang diduga membawa senjata api mainan dan merakit bahan peledak.
"Tentunya pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatasi agar persoalan yang terjadi di SMA 72 tidak terulang kembali," ujar Pramono di Balai Kota pada hari Senin, 10 November.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa dirinya memahami dampak dari insiden tersebut karena telah mengunjungi lokasi kejadian dan berdialog dengan para korban yang dirawat di rumah sakit. Ia menyebutkan bahwa peristiwa tragis itu tidak boleh terulang di dunia pendidikan.
"Intinya adalah memang ini tidak boleh terulang kembali sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, pemerintah Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga mengungkapkan keprihatinan terhadap pengaruh negatif dari game online bertema perang. Dalam rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengkaji pembatasan terhadap permainan digital yang mengandung unsur kekerasan.
Prasetyo menyatakan bahwa game dengan konten kekerasan dapat memberikan dampak buruk bagi pelajar dan generasi muda. "Tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa mempengaruhi generasi kita ke depan," ungkapnya.
Sebagai contoh, Prasetyo menyebutkan game seperti PUBG, di mana pemain terbiasa menggunakan berbagai jenis senjata dan menembak lawan. "Di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi," jelasnya.