Hari Pertama KBM Daring di Kudus, SMPN 2 Catat Partisipasi 80–90 Persen Siswa
Ruang Daring

Hari Pertama KBM Daring di Kudus, SMPN 2 Catat Partisipasi 80–90 Persen Siswa

Sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus mulai menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan (daring) pada Senin (20/7/2020). SMPN 2 Kudus melaporkan pelaksanaan hari pertama berjalan baik dengan tingkat keikutsertaan siswa mencapai sekitar 80–90 persen.

Kepala SMPN 2 Kudus, Sujarwo, mengatakan antusiasme siswa terlihat dari kehadiran ratusan siswa pada hari pertama pembelajaran daring. Ia menyebut lebih dari 200 siswa telah bergabung dalam sistem yang digunakan sekolah.

Menurut Sujarwo, pada pekan pertama seluruh kelas 7, 8, dan 9 mengikuti pembelajaran secara bersamaan. Pada hari pertama, sekolah menjadwalkan tiga mata pelajaran, yakni Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris, yang berlangsung pukul 07.30 hingga 12.00.

Platform pembelajaran dan kendala akses

Dalam pelaksanaannya, SMPN 2 Kudus menggunakan Microsoft Office 365 dan Microsoft Teams. Sujarwo menyebut sistem tersebut berjalan baik, meski ada sebagian siswa yang mengalami kesulitan mengakses aplikasi. Untuk mengatasi hal itu, beberapa siswa datang ke sekolah dan mendapat pendampingan hingga dapat masuk ke aplikasi pembelajaran.

Terkait sekitar 10 persen siswa yang belum mengikuti pembelajaran daring, Sujarwo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya karena masih tahap uji coba hari pertama. Ia menduga kendala bisa berasal dari sinyal, serta adanya orang tua yang menyampaikan anaknya belum memiliki gawai atau telepon seluler.

Sekolah menyiapkan solusi dengan mengajak siswa yang terkendala untuk mengikuti pembelajaran daring dari sekolah di ruangan khusus. Menurut Sujarwo, jumlahnya tidak banyak dan sebagian besar tempat tinggal siswa tidak jauh dari sekolah.

Evaluasi awal pelaksanaan

Sujarwo menilai sistem KBM daring memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihannya, orang tua murid dinilai dapat lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi. Sementara kekurangannya, pembinaan kepada siswa dinilai tidak dapat maksimal karena guru tidak bertemu langsung dengan siswa.

SMPN 1 Kudus gelar MPLS secara live

Di tempat terpisah, Kepala SMPN 1 Kudus Ahadi Setiawan menyampaikan ratusan siswanya juga mengikuti KBM daring pada hari yang sama. Materi yang diberikan berupa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang disiarkan secara langsung melalui YouTube.

Ahadi, yang akrab disapa Wawan, mengatakan sekolah tidak hanya menargetkan siswa menjadi pintar, tetapi juga berkarakter. Karena itu, pendidikan karakter turut ditekankan dalam kegiatan MPLS.

Selain pendidikan karakter, siswa juga mendapatkan materi literasi. Dalam materi tersebut disampaikan bahwa membaca merupakan bagian penting dalam pendidikan dan penambahan pengetahuan, serta perpustakaan sekolah telah menyiapkan berbagai bahan bacaan.

Aplikasi dan dukungan kuota

SMPN 1 Kudus menggunakan Google Classroom dan Google Meet untuk pembelajaran daring. Menurut Ahadi, pilihan aplikasi tersebut dinilai lebih murah dan tidak banyak menyedot kuota internet siswa.

Meski demikian, sekolah melalui bagian kesiswaan menyiapkan anggaran bagi siswa yang mengalami kesulitan membeli kuota internet. Anggaran tersebut diambil dari dana BOS yang diperbolehkan untuk pembelian kuota internet bagi siswa selama pandemi.

Ahadi menegaskan, yang terpenting adalah memastikan siswa tidak terganggu dalam mengikuti pembelajaran daring.

You can share this post!