Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta, hilal tidak terlihat di lokasi pengamatan. Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta, KH Abdul Kholiq, menjelaskan bahwa secara astronomi hilal berpotensi terlihat apabila telah mencapai ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk, sementara posisi hilal saat pengamatan berada pada minus 1 derajat.
Meski demikian, Saiful Amri menyampaikan bahwa hasil rukyatul hilal dari dua titik pemantauan, yakni di Masjid Raya Hasyim Asy’ari dan Masjid Musariin Basmol, tetap dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Jadi, tunggu keputusan resmi dari pemerintah, nanti sore akan diumumkan oleh Kementerian Agama setelah Sidang Isbat dilaksanakan,” ujar Saiful Amri.
Ia mengimbau masyarakat di Jakarta Barat dan sekitarnya untuk menunggu hasil resmi Sidang Isbat dalam menentukan awal Ramadan.
Kegiatan rukyatul hilal tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kota Jakarta Barat KH Abdurrahman Shoheh, Ketua PWNU DKI Jakarta Kiai Haji Syamsul Maarif, KH Abdul Kholiq, Yeni Wahid, Kepala Subbagian Tata Usaha Masturo, Kepala Seksi Bimas Islam Saiful Anam, serta para penyuluh agama Islam.