Hong Kong Menjadi Pilihan Utama Keluarga Mapan Indonesia untuk Investasi dan Kualitas Hidup
Lifestyle

Hong Kong Menjadi Pilihan Utama Keluarga Mapan Indonesia untuk Investasi dan Kualitas Hidup

Lihat Foto

Hong Kong menjadi salah satu tujuan investasi HNWIs.(DOK. Invest HK)

KOMPAS.com – Di tengah ketidakpastian global, banyak keluarga di seluruh dunia mulai memikirkan cara menjaga dan mengembangkan kekayaan.

Hal tersebut termasuk menentukan lingkungan jangka panjang yang lebih baik bagi diri mereka, keluarga, dan generasi berikutnya. Lebih dari sekadar visi jangka panjang, cara itu merupakan langkah nyata yang perlu dimulai sekarang.

Maka tak heran, saat ini, banyak individu bernilai kekayaan tinggi atau high-net-worth individuals (HNWIs) mulai melakukan relokasi. Selain memindahkan aset, mereka juga mencari rumah kedua yang membuka peluang baru dan menawarkan kualitas hidup lebih baik.

Salah satu lokasi yang menjadi tujuan adalah Hong Kong. Pada 2024, Hong Kong meluncurkan New Capital Investment Entrant Scheme (New CIES) yang memberikan jalur baru bagi pemilik aset global untuk memulai kehidupan baru di kota tersebut.

Dalam skema tersebut, HNWIs dapat menetap di Hong Kong melalui investasi minimum 30 juta dollar Hong Kong atau sekitar Rp 64 miliar dalam berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana terotorisasi, serta properti residensial dan non-residensial.

Skema ini tidak hanya dirancang untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih terbuka, tetapi juga menyediakan jalur yang lebih praktis bagi HNWIs untuk menetap di Hong Kong.

Baca juga: Hong Kong Jadi Magnet Investor Global, Ini Alasan Crazy Rich Dunia Pilih Tinggal di Sana

Penawaran yang semakin menarik

Penyempurnaan kebijakan New CIES pada Maret 2025 membawa beberapa perubahan penting. Investor kini wajib menunjukkan aset bersih minimal 30 juta dollar HK sebelum melakukan komitmen investasi.

Perubahan tersebut mencakup pemangkasan periode pemenuhan persyaratan dari dua tahun menjadi enam bulan sebelum pengajuan skema.

Kemudian, pengakuan atas porsi aset milik bersama dengan anggota keluarga yang secara manfaat sepenuhnya menjadi hak investor dalam perhitungan nilai aset bersih.

Selain itu, New CIES kini terhubung lebih erat dengan rezim insentif pajak family office di Hong Kong. Family office dapat menikmati pembebasan pajak keuntungan atas transaksi yang memenuhi syarat selama mempertahankan nilai aset minimum 240 juta dollar HK atau sekitar Rp 513 miliar dan memenuhi ketentuan lainnya.

Melalui ketentuan tersebut, investor dapat menempatkan investasi yang diperbolehkan melalui kendaraan investasi milik keluarga atau entitas tujuan khusus (special purpose entities) di bawah family office mereka.

Mekanisme itu memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menyelaraskan struktur family office dengan persyaratan New CIES. Jika didirikan bersama anggota keluarga lain, family office dapat mencakup hingga delapan anggota keluarga untuk memenuhi persyaratan New CIES.

Per 17 September 2025, Pemerintah Hong Kong juga menurunkan ambang harga properti residensial yang dapat dihitung sebagai bagian investasi program, yakni dari 50 juta dollar HK menjadi 30 juta dollar HK per unit.

Meski batas investasi properti residensial tetap di angka 10 juta dollar Hong Kong, batas akumulasi investasi properti residensial dan non-residensial dinaikkan dari 10 juta dollar HK menjadi 15 juta dollar HK.

Dengan pajak properti yang rendah dan permintaan properti yang kuat di Hong Kong, penyempurnaan ini semakin membuka peluang pemanfaatan aset bagi investor Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sejak diluncurkan, New CIES mendapat sambutan positif dari para pemohon di seluruh dunia. Hingga akhir 2025, skema ini telah menerima 2.852 aplikasi dengan potensi investasi lebih dari 85,5 miliar dollar HK.

Baca juga: Memutus “Kutukan Generasi Ketiga”, Mengapa Hong Kong Jadi Opsi Strategis bagi Family Office UHNWI Indonesia?

Daya tarik relokasi

Salah satu pebisnis yang merasakan langsung manfaat ekosistem Hong Kong adalah pendiri Arete Capital Charles Luchangco.

Luchangco sendiri dibesarkan di Filipina dan telah tinggal di Hong Kong bersama keluarganya selama lebih dari 25 tahun.

Menurutnya, Hong Kong memiliki energi dan tingkat dinamisme yang sulit ditemukan di kota-kota Asia lain.

“Dalam hal peluang untuk berkembang, saya melihat Hong Kong memiliki peran besar sebagai penghubung ke Asia Tenggara,” kata Luchangco lewat keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/2/2026).

Luchangco menilai, salah satu alasan Hong Kong begitu menarik bagi dirinya dan keluarganya adalah atmosfer globalnya. Salah satunya adalah dunia kuliner Hong Kong yang hidup.

Bahkan, ia bisa berkemah pada akhir pekan dan kembali bekerja pada Senin pagi selama tinggal di Hong Kong.

DOK. Invest HK Hong Kong menjadi salah satu tujuan investasi HNWIs.

Selain itu, Hong Kong memiliki infrastruktur yang sangat baik untuk menghubungkan China dan kawasan Asia.

“Hong Kong memiliki semuanya. Lingkungan kota yang aman dan layak huni, kehidupan keluarga yang menyenangkan, aktivitas luar ruang yang beragam, serta budaya dan kuliner yang sangat hidup,” tuturnya.

Untuk bisnis, kata Luchangco, Hong Kong memiliki lingkungan yang efisien dan terstruktur. Hal ini membuatnya bisa mendirikan perusahaan, menarik talenta terbaik, dan memahami regulasi pemerintah relatif mudah.

“Ditambah lagi, sistem pajaknya sederhana. Ini menjadi keunggulan Hong Kong ketimbang banyak negara lain,” ujar Luchangco.

Baca juga: Pesona Hong Kong di Mata Para Investor

Hidup berkualitas di Hong Kong

Dari sisi kualitas hidup, Hong Kong masuk dalam 10 besar kota terbaik dunia pada 2025 menurut studi firma imigrasi investasi global, Astons, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Minggu (28/9/2025).

Menurut penilaian Astons, Hong Kong tetap menjadi salah satu kawasan perkotaan teraman di Asia dengan layanan kesehatan terbaik, kendati padat penduduk.

Luchangco menambahkan, Hong Kong menjadi tempat yang luar biasa untuk keluarga karena menawarkan keseimbangan kerja dan kehidupan yang baik.

“Kota ini menawarkan banyak pilihan sekolah berkualitas tinggi, memiliki empat musim untuk aktivitas luar ruang, serta pantai dan taman nasional yang hanya berjarak beberapa menit,” tuturnya.

Pendidikan berkualitas internasional yang menjadi fondasi penting bagi generasi mendatang. Hong Kong memiliki 54 sekolah internasional dan 22 institusi pendidikan tinggi pemberi gelar.

Di tingkat universitas, Hong Kong memiliki lima universitas yang masuk peringkat 100 besar dunia. Delapan universitas tercatat dalam pemeringkatan QS. Bahkan, The University of Hong Kong dinobatkan sebagai universitas nomor satu di Asia dalam QS Asia University Rankings 2026.

Hong Kong juga menjadi rumah bagi perusahaan-perusahaan global lintas industri. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut setelah lulus. Mereka dapat belajar, berpraktik, dan memperoleh pelatihan internasional terbaik, sebuah peluang langka yang sangat mendukung perencanaan karier jangka panjang.

Di akhir pekan, terdapat lebih dari 260 pulau yang memesona yang siap untuk dijelajahi. Jalur pendakian hijau di Lantau, kemegahan Big Buddha, atau keindahan pasir putih di Cheung Chau hanya berjarak selemparan batu dari pusat Kota Hong Kong.

Setelah melalui jadwal yang padat, investor dapat menikmati 79 restoran berbintang Michelin. Keberadaan restoran-restoran ini menjadikan Hong Kong salah satu destinasi kuliner terkemuka di Asia.

DOK. Invest HK Hong Kong menjadi salah satu tujuan investasi HNWIs.

Kota ini juga berdenyut dengan energi kreatif yang luar biasa. Galeri kelas dunia seperti M+ dan Tai Kwun berdampingan dengan festival seni internasional, orkestra simfoni, butik mewah, serta restoran premium.

Dinamika budaya tersebut memastikan setiap anggota keluarga, baik anak-anak maupun orang dewasa, dapat menemukan inspirasi dan kebahagiaan.

Dengan kombinasi antara kebijakan ramah investor, fleksibilitas struktur family office, serta gaya hidup kosmopolitan yang lengkap, Hong Kong menawarkan lebih dari sekadar peluang investasi. Kota ini juga menawarkan masa depan yang terhubung dengan pusat ekonomi dunia.

Bagi keluarga mapan di Indonesia, memilih tinggal di Hong Kong berarti dapat mengelola aset dan melakukan investasi dengan lebih mudah sembari menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Baca tentang

Rahasia Investasi Miliarder Dunia

investasi

Hong Kong

family office

New CIES

Lihat Money Selengkapnya

Hong Kong Jadi Destinasi Keluarga dan Pebisnis Lindungi Aset serta Warisan

Mengapa Hong Kong Menarik Jadi Destinasi Pebisnis Tanah Air?

Pesona Hong Kong di Mata Para Investor

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Bahlil Optimistis Cadangan Gas Raksasa Kaltim Buat Indonesia Kurangi Impor Energi

Energi

20/04/2026, 22:17 WIB

Bahan Baku Naik 100 Persen, Ancaman PHK Hantui Industri Popok

Industri

20/04/2026, 22:10 WIB

RI Masih Negosiasi Iran Biar Dua Kapal Pertamina Lewat Selat Hormuz

Energi

20/04/2026, 21:50 WIB

Tak Hanya Perketat Prosedur, Ini yang Harus Dilakukan Bank agar Kasus Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Tak Terulang

Keuangan

20/04/2026, 21:42 WIB

Kemnaker Ingatkan Tahap Akhir Magang Nasional Tentukan Hak Peserta

Rilis

20/04/2026, 21:39 WIB

Di Magelang, PNS Diwajibkan Belanja ke Warung UMKM

Ekbis

20/04/2026, 21:22 WIB

Dorong Bank Danai MBG hingga Kopdes, OJK: Tetap Harus Perhatikan Manajemen Risiko

Keuangan

20/04/2026, 21:09 WIB

Harga Sapi Australia Naik, Pemerintah Mau Bahas Penyesuaian HAP

Ekbis

20/04/2026, 20:50 WIB

KAI Layani 128 Juta Penumpang Kuartal I 2026, Naik Hampir 10 Persen

Ekbis

20/04/2026, 20:42 WIB

Bangun 100 Gudang Baru, Dirut Bulog: Sudah Clear 88 Titik

Ekbis

20/04/2026, 20:39 WIB

Ada Rencana Bank Diminta Dukung Program Pemerintah, BTN-BCA Pastikan Dana Nasabah Aman

Keuangan

20/04/2026, 20:30 WIB

Harga Sapi Australia Melonjak, Daging di Jabodetabek Bisa Naik

Ekbis

20/04/2026, 20:21 WIB

Benarkan Mencampur BBM Pertamax dan Pertalite Bikin Kendaraan Boros? Ini Penjelasannya

Energi

20/04/2026, 20:13 WIB

Tegaskan Ekonomi RI Tetap Tangguh, Purbaya Soroti Peran APBN sebagai Penahan Guncangan

Ekbis

20/04/2026, 20:01 WIB

Apindo: Risiko Tambang Tinggi, Klaim dan Sengketa Asuransi Ikut Naik

Industri

20/04/2026, 19:40 WIB

1

2

3

Next

Terpopuler

1

Lebih dari 20 Kapal Tembus Selat Hormuz, Satu Kapal Tanker LPG Menuju RI

2

Usai Lawatan Purbaya ke AS, Bank Dunia Minta Maaf, S&P Nilai Ekonomi RI Tetap Stabil

3

Forbes Sebut Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia, Benarkah Demikian?

4

Tarif Listrik per kWh 20-26 April 2026 untuk Semua Golongan Pelanggan PLN

5

Harga Emas Antam Hari Ini 20 April Anjlok Rp 40.000 per Gram, Cek Sebelum Beli

Now Trending

RUU PPRT Disahkan Besok, Sufmi Dasco: Hadiah Hari Kartini dan May Day

Bahlil Optimistis Cadangan Gas Raksasa Kaltim Buat Indonesia Kurangi Impor Energi

RI Masih Negosiasi Iran Biar Dua Kapal Pertamina Lewat Selat Hormuz

Jokowi Memulai, Prabowo Menuntaskan, Ketua MPR: IKN Harus Lanjut

Dedi Mulyadi Buka Rincian Biaya Pemeliharaan Masjid Al Jabbar: Rp 22 Miliar per Tahun

Pedagang Siomay Bicara Soal Isu Ikan Sapu-sapu: Ada yang Pakai demi Hemat Modal

Ibu Guru Syamsiah di Purwakarta Tak Tahu Direkam Saat Diolok Siswa: Sedih, tapi Saya Memaafkan

Daftar Motor yang Disarankan Pakai BBM RON 98

Komentar di Artikel Lainnya

Mungkin Anda melewatkan ini

Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal Pemesanan Tiket dan Rutenya

Deloitte: Adopsi AI Meluas, tapi Transformasi Bisnis Masih Terbatas

Purbaya Soroti Industri Galangan Kapal: Orang Kita Jago, Cuma Enggak Dikasih Kesempatan...

Belajar dari Warren Buffett: 5 Pelajaran Uang yang Relevan untuk Gen Z

Libur Lebaran 2026 Ditetapkan, Ini Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama

You can share this post!