Husnu Abadi Membacakan Puisi Secara Daring dalam Memperingati Milad Prof Dr Solly Lubis
Ruang Daring

Husnu Abadi Membacakan Puisi Secara Daring dalam Memperingati Milad Prof Dr Solly Lubis

Pekanbaru - Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (FH UIR), Husnu Abadi SH MHum PhD, mendapatkan kesempatan untuk membaca puisi secara daring dalam acara milad ke-90 Prof Dr Solly Lubis SH. Kegiatan ini diadakan sebagai penghormatan kepada seorang tokoh yang telah berkontribusi besar bagi dunia pendidikan dan pemikiran hukum di Indonesia.

Kesempatan tersebut diberikan melalui surat resmi bernomor 18/PUT90-SL/VI-20 yang dikeluarkan pada tanggal 30 Juni 2020. Dalam surat yang ditandatangani oleh Dr Faisal Akbar Nasution selaku ketua, Husnu Abadi dijadwalkan membaca puisi pada Selasa, 14 Juli 2020, antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Pembacaan puisi ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang juga mencakup orasi ilmiah oleh Prof Dr Moh Mahfud MD.

'Bagi saya, ini sebuah kehormatan yang luar biasa dapat berkontribusi dalam helat ulang tahun seorang tokoh yang telah mendedikasikan pemikiran-pemikirannya untuk Indonesia selama puluhan tahun di kampus,' ungkap Husnu Abadi kepada Kepala Bagian Humas dan Protokoler UIR, Syafriadi.

Selain pembacaan puisi, acara tersebut juga diakhiri dengan penandatanganan prasasti peresmian perpustakaan Prof Dr M Solly Lubis SH dan Galeri Ketatanegaraan Indonesia oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh terkemuka, termasuk Prof Dr Budiman Ginting SH MHum, Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum, Gubernur Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi, serta Prof Dr Supandi SH MHum dan Prof Dr Bagir Manan SH MCL.

Dalam kesempatan itu, Husnu Abadi menyampaikan bahwa puisi yang akan dibacakannya berjudul 'Untuk Sang Guru'. Ia mengingat dua momen berharga yang menghubungkannya dengan Prof Solly Lubis. Momen pertama terjadi pada seminar '30 Tahun Kembali ke UUD 1945' di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, pada tahun 1989. Husnu merasa terhormat dapat mendengarkan pemikiran berbagai narasumber, termasuk Prof Solly Lubis, yang saat itu menjadi salah satu pembicara.

'Seminar itu betul-betul menimbulkan kesan mendalam. Kami merasa jauh dari sosok Solly yang saat itu merupakan salah satu akademisi bergelar doktor yang sedikit di antara kami,' kenang Husnu.

Pertemuan kedua terjadi sepuluh tahun lalu di Program Pascasarjana Universitas Islam Riau, ketika Prof Solly bersedia mengajar di magister hukum UIR. Husnu mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini dan menjelaskan bahwa pembicaraan mereka tidak hanya terbatas pada hukum, tetapi juga menyentuh bidang sastra dan puisi.

'Kami berbincang banyak hal, termasuk kesenian dan kebudayaan, yang menunjukkan bahwa Pak Solly memiliki ketertarikan di bidang tersebut,' tambah Husnu.

Dalam puisi yang dibacakannya, Husnu Abadi menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Prof Solly Lubis, menggambarkan pengabdian dan dedikasinya yang telah tercatat dalam sejarah pendidikan dan hukum di Indonesia.

You can share this post!