Industri Helm Nasional Dapat Manfaat dari Pemanfaatan Biokomposit Sawit
Pusat Online

Industri Helm Nasional Dapat Manfaat dari Pemanfaatan Biokomposit Sawit

Jakarta, HAI SAWIT – Pemanfaatan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai bahan baku biokomposit memberikan peluang signifikan bagi industri helm nasional yang tengah mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan impor.

Menurut Sigit Setiawan, peneliti dari Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, hasil simulasi kebijakan menunjukkan bahwa jika sepuluh persen dari produksi helm nasional, yang diperkirakan mencapai sekitar satu juta unit, menggunakan biokomposit sawit, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku senilai Rp110,4 miliar. Selain itu, ada potensi untuk menciptakan permintaan bahan baku biokomposit domestik sebesar Rp21 miliar.

Informasi ini disampaikan dalam acara Macroeconomics and Finance Talks (Mafin Talks) ke-27 yang fokus pada solusi pengelolaan limbah sawit melalui teknologi biokomposit. Acara ini mengusung tema "Addressing Palm Waste to Promote Inclusive Green Growth Through Biocomposites" yang dilaksanakan pada Selasa, 26 November 2025.

Zamroni Salim, Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, menjelaskan bahwa forum ini berfungsi sebagai ruang kolaborasi untuk merumuskan kebijakan pengelolaan limbah sawit yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. "Fokus diskusi kali ini adalah menghadapi tantangan besar terkait limbah sawit dan bagaimana penanganannya dapat berdampak positif bagi perekonomian nasional," katanya.

Dari sudut pandang industri, Andika Krisnawati, CEO PT Intersisi Material Maju, menilai limbah TKKS sebagai sumber bahan baku bernilai tinggi yang dapat meningkatkan daya saing produk biokomposit, termasuk helm. "Biokomposit adalah katalisator hilirisasi dan alat pemberdayaan UMKM yang krusial, membuka jalan bagi terwujudnya pertumbuhan hijau yang inklusif di Indonesia," ujarnya.

Inovasi berbasis TKKS juga sedang dikembangkan melalui penelitian jangka panjang yang bertujuan untuk menghasilkan material biokomposit berkualitas tinggi untuk kebutuhan industri pelindung kepala, termasuk helm dan rompi antipeluru. Salah satu contoh nyata dari penerapan ini adalah produksi helm bermerek green composite helmet (GCH), yang telah menunjukkan keunggulan daya redam benturan dalam uji performa produk.

Secara keseluruhan, banyak pihak yang melihat peluang penggunaan biokomposit sawit dalam industri helm sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan impor dan mendukung pertumbuhan industri nasional berbasis biomassa.

You can share this post!