Industri Sawit Sebagai Solusi Pengurangan Pengangguran di Pedesaan
Pusat Online

Industri Sawit Sebagai Solusi Pengurangan Pengangguran di Pedesaan

Portal Media Online - Industri perkebunan kelapa sawit menunjukkan potensi signifikan dalam mengurangi angka pengangguran di wilayah pedesaan dengan menyerap tenaga kerja yang beragam latar belakang pendidikan.

Awal Kejadian

Pengurangan angka pengangguran di pedesaan memerlukan pengembangan sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja secara masif. Sektor perkebunan kelapa sawit muncul sebagai alternatif yang sesuai dengan ketersediaan sumber daya manusia di kawasan pedesaan Indonesia.

Perkembangan

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menunjukkan bahwa 39 persen tenaga kerja di pedesaan adalah lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. Sementara itu, 46 persen merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan hanya 15 persen yang berpendidikan Diploma atau Sarjana. Dalam konteks ini, industri kelapa sawit menyerap 50 persen tenaga kerja berpendidikan SD ke bawah, 46 persen lulusan SMA atau SMK, dan 4 persen lulusan Diploma atau Sarjana. Hal ini menunjukkan bahwa industri ini memberikan peluang yang luas bagi masyarakat berpendidikan rendah untuk memperoleh penghasilan yang stabil.

Kondisi Terakhir

Industri kelapa sawit tidak menciptakan hambatan bagi penduduk lokal, melainkan menyesuaikan kebutuhan operasional dengan profil sumber daya manusia yang ada. Dengan demikian, kelapa sawit berperan sebagai motor penggerak dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja inklusif di pedesaan, memberikan kesempatan bagi penduduk dengan tingkat pendidikan rendah untuk berpartisipasi aktif dalam ekonomi produktif.

You can share this post!