Painan, Kabupaten Pesisir Selatan - Nagari Koto Pulai di Kecamatan Silaut telah meluncurkan inisiatif baru untuk mendukung mahasiswa dan siswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran daring. Dalam upaya ini, Pemerintah Nagari Sungai Pulai menyediakan dua ruang kelas yang dilengkapi dengan jaringan internet, yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Program yang diberi nama Kelompok Belajar Daring (KoBeDa) Kampus Nagari ini sepenuhnya dibiayai oleh dana nagari/desa dan merupakan inisiatif pertama di Indonesia. Pada Sabtu (25/7/2020), KoBeDa di Nagari Koto Pulai dikunjungi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, yang juga mencoba jaringan internet di salah satu ruang kelas tersebut.
Abdul Halim Iskandar mengungkapkan kekagumannya terhadap program ini, menyebutnya sebagai inovasi yang luar biasa. "Kampus nagari ini sangat bagus. Saya akan melaporkan gagasan ini kepada Presiden sebagai langkah untuk mempercepat penguatan sumber daya manusia di nagari atau desa-desa di seluruh Indonesia," ujarnya.
Gagasan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Nagari Sungai Pulai dan Universitas Andalas (Unand) Padang, dan direncanakan akan dipromosikan ke nagari-nagari lain di Indonesia. Mendes PDTT menegaskan bahwa KoBeDa adalah model baru yang akan dikembangkan di nagari-nagari se-Kecamatan Silaut.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menjelaskan bahwa inisiatif KoBeDa bertujuan untuk memfasilitasi pelajar dan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran daring, terutama di masa pandemi Covid-19 yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi nagari lain di Pesisir Selatan untuk membantu masyarakat kurang mampu mengakses pendidikan daring.
Perlu diketahui, Nagari Sungai Pulai terletak di kecamatan paling ujung Kabupaten Pesisir Selatan, yang dikenal dengan akses internet yang terbatas dan jarak yang jauh dari pusat kabupaten.