Yogyakarta (ANTARA) - Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta telah mengambil langkah strategis dalam menyiapkan sarana dan prasarana berbasis teknologi untuk mendukung kegiatan pembelajaran di tengah pandemi COVID-19. Upaya ini bertujuan untuk memastikan proses pembelajaran tetap efektif meskipun dalam kondisi yang menantang.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Maria Ulfah, menjelaskan bahwa Instiper telah dilengkapi dengan studio video conference (vicon) yang memungkinkan dosen untuk melaksanakan pembelajaran daring. Selain itu, juga telah disediakan ruang vicon center yang berfungsi untuk mengontrol kegiatan pembelajaran daring tersebut.
Instiper juga telah memodifikasi ruang kelas agar dapat digunakan untuk pembelajaran baik secara luar jaringan (luring) maupun daring secara bersamaan. Setiap ruang kelas kini dilengkapi dengan fasilitas video conference, sehingga memungkinkan dosen untuk menyelenggarakan kuliah dalam format hybrid.
Kapasitas mahasiswa yang dapat hadir dalam perkuliahan luring dibatasi antara 15 hingga 20 orang, sementara sisanya dapat mengikuti kuliah secara daring dari tempat tinggal masing-masing. Untuk mendukung aksesibilitas, Instiper telah memasang antena repeater yang memancarkan sinyal Wi-Fi ke area kost mahasiswa di sekitar kampus. Saat ini, enam repeater telah dipasang, dengan jangkauan satu hingga sepuluh kilometer dari kampus.
Pada tahun akademik 2020/2021, Instiper menerima 936 mahasiswa baru dari 32 provinsi di Indonesia. Daya tarik pendidikan yang ditawarkan, yang mencakup kerja sama dengan berbagai perusahaan mitra, menjadi alasan utama mahasiswa memilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ini. Instiper juga telah bertransformasi dengan mengubah berbagai bentuk sarana pembelajaran menjadi digital, seperti video petunjuk praktikum dan video animasi perkuliahan.
Rektor Instiper, Harsawardana, menambahkan bahwa kampus menawarkan berbagai minat studi sesuai dengan passion mahasiswa. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) juga diintegrasikan dalam setiap mata kuliah, termasuk penggunaan drone dan robotik. Kerja sama strategis dengan berbagai perusahaan di bidang perkebunan, pertanian, dan perhutanan juga menjadi keunggulan Instiper, yang membantu alumni dalam memasuki dunia kerja.
Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama, Harsunu, mengungkapkan bahwa dengan pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas, Instiper berpotensi untuk terus maju di masa depan. Kampus berencana untuk mendirikan base station di tiga kota, yaitu Pekanbaru (Riau), Pematang Siantar (Sumatera Utara), dan Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah). Base station ini akan dilengkapi dengan fasilitas kelas dan kantor administrasi, serta menyediakan akses internet bagi mahasiswa yang kesulitan mengakses pembelajaran daring selama pandemi.