Banjarbaru, HAISAWIT – Pusat Penelitian dan Standardisasi Berbasis Perkebunan, Tanaman Pangan, Kehutanan, dan Pertambangan (P2SBPTKP) Kota Banjarbaru mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang kelapa sawit berkelanjutan dan pengembangan peternakan sapi terintegrasi. Acara ini berlangsung di Gedung Idham Chalid pada Kamis (7/8/2025) dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor.
Kegiatan ini bertujuan untuk membahas strategi pemanfaatan lahan secara efisien melalui integrasi antara sektor kelapa sawit dan peternakan sapi. Diskusi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, menjaga keseimbangan lingkungan, serta memperkuat perekonomian daerah berdasarkan sumber daya lokal.
FGD ini melibatkan perwakilan dari pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, pelaku industri sawit, asosiasi peternak, serta organisasi masyarakat yang memiliki kepentingan dalam sektor perkebunan dan peternakan. Melalui forum ini, berbagai isu terkait pemanfaatan limbah kelapa sawit untuk pakan ternak, pengembangan model bisnis terintegrasi, serta penggunaan teknologi pendukung dibahas secara terbuka.
Selain itu, diskusi juga mencakup peluang investasi di sektor perkebunan dan peternakan, yang bertujuan untuk membuka kesempatan kerja sama yang saling menguntungkan dan memperkuat rantai pasok industri terkait. Partisipasi Balai Veteriner Banjarbaru dalam FGD ini menunjukkan pentingnya sektor kesehatan hewan dalam skema integrasi sawit-sapi, yang mengedepankan standar lingkungan yang baik.
Inisiatif yang diprakarsai oleh KP2SBPTKP Banjarbaru ini berfungsi sebagai wadah komunikasi antara pemangku kepentingan, memungkinkan pembahasan teknis dan strategis yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang. Pembahasan ini difokuskan pada penerapan sistem pertanian terpadu yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Beberapa ide mengenai pengelolaan limbah dan pemanfaatan lahan marginal juga muncul sebagai opsi adaptasi di daerah. Rangkaian diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang mengacu pada pengalaman di lapangan, dan setiap masukan dicatat untuk dijadikan bahan penyusunan langkah implementasi integrasi sawit-sapi ke depan.