Surabaya, HAISAWIT – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FT-EIC) telah mengembangkan inovasi radar non-kontak yang bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit busuk batang sawit. Inovasi ini dipimpin oleh Rezki El Arif, seorang dosen muda di Departemen Teknik Biomedik ITS yang bergabung sejak Februari 2023.
Proyek penelitian ini didanai oleh Grant Riset Sawit (GRS) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dan direncanakan berlangsung selama dua tahun. Pada tahun pertama, tim riset berhasil menyelesaikan desain serta pembuatan prototipe radar. Saat ini, mereka tengah fokus pada pengumpulan data di beberapa perkebunan sawit yang terletak di Sumatra dan Kalimantan.
Rezki menjelaskan, "Salah satu indikator kesuksesan GRS memang adalah realisasi nyata di lapangan." Ini menunjukkan komitmen penelitian untuk memberikan hasil yang aplikatif dalam industri perkebunan sawit.
Proyek ini melibatkan kolaborasi dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat dan Universitas Brawijaya. Penelitian ini ditujukan untuk mendeteksi penyakit Basal Stem Rot (BSR) yang disebabkan oleh jamur Ganoderma. Pemilihan teknologi radar non-kontak diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi petani dan industri perkebunan dalam melakukan deteksi dini sebelum penyakit tersebut menyebar lebih luas.
Selain penelitian mengenai radar untuk sawit, Rezki juga tengah mengembangkan riset lain yang berfokus pada deteksi tingkat stres manusia. Proyek ini dilaksanakan melalui skema Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) dari Kemendikbudristek. "Saya tidak berpindah-pindah topik. Core-nya tetap radar, hanya aplikasinya yang berbeda," ungkapnya.
Dalam pengembangan inovasi radar ini, Rezki menjalin kerjasama dengan beberapa mitra penelitian, termasuk Universitas Airlangga dan National Sun Yat-sen University dari Taiwan. Menurutnya, konsistensi dalam riset menjadi faktor kunci untuk inovasi radar yang berkelanjutan. Rezki menambahkan, "Belajar dalam satu bidang secara mendalam selama bertahun-tahun itu tidak sia-sia. Justru dari situ, ide-ide baru akan muncul dan bisa berkembang ke berbagai arah."
Saat ini, uji coba lapangan untuk prototipe radar sedang berlangsung di berbagai perkebunan sawit. Pendanaan dari Grant Riset Sawit menjadi salah satu pendorong utama dalam pengembangan teknologi ini untuk menghadapi tantangan penyakit Ganoderma di industri sawit nasional.