Jaringan Indosat di Sumatera Pulih 100% Pasca Bencana
Teknologi

Jaringan Indosat di Sumatera Pulih 100% Pasca Bencana

waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) - Indosat Ooredoo Hutchinson (Indosat) mengatakan kondisi jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah pulih sepenuhnya.

SVP Head of Network Operation Indosat Raden Tofan di Jakarta, Jumat, mengungkapkan infrastruktur dan jaringan telekomunikasi di titik-titik bencana di Sumatera telah beroperasi normal sejak awal Januari.

Baca juga: Kemkomdigi: Pemerintah gotong royong pulihkan jaringan Sumatera

"Jadi, alhamdulillah untuk jaringan di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat itu sudah pulih 100 persen dari sekitar awal Januari," kata Tofan.

Operator seluler itu memastikan masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak bencana banjir dan longsor tetap terkoneksi selama periode Lebaran mendatang.

Indosat memprediksi terjadi lonjakan trafik telekomunikasi sekitar 18 persen. Menurut perusahaan itu, puncak trafik diperkirakan terjadi pada H+1 atau H+2 Lebaran.

Operator seluler tersebut memastikan keandalan jaringan di 77 jalur mudik yang terdiri dari 36 jalur tol, 31 jalur non-tol, dan 10 jalur kereta api serta di 797 titik strategis atau point of interest (POI).

"Rute yang kami siapkan itu ada 8.100 kilometer yang terdiri dari 77 rute, itu tersebar di 13 kota," ujar Tofan.

Jangkauan jaringan Indosat di jalur mudik mencakup sejumlah kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Aceh, Medan, Palembang, Medan, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, dan Manado.

Baca juga: Wamenkomdigi: Jaringan telekomunikasi di Aceh telah pulih 99 persen

Baca juga: Warga Aceh Tamiang bisa terhubung dengan keluarga usai sinyal pulih

Baca juga: Elegi pelipur lara anak-anak penyintas bencana

Pewarta: Farhan Arda Nugraha

Editor: Natisha Andarningtyas

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

You can share this post!