Portal Media Online - TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Sempat dibongkar di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah hari ini kembali dibuka oleh Gubernur Pramono Anung, Senin (2/3/2026).
Jembatan legendaris yang dibangun sejak 1968 itu kini tampul lebih modern dan ramah disabilitas.
Revitalisasi dilakukan untuk menghadirkan fasilitas penyeberangan yang lebih aman, nyaman, sekaligus inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
JPO Pertama di Jakarta, Ramah Disabilitas
JPO Sarinah tercatat sebagai jembatan penyeberangan pertama di Jakarta yang diresmikan pada 21 April 1968 oleh Gubernur Ali Sadikin.
Kini, wajah barunya dilengkapi dua unit lift di sisi barat dan timur untuk mempermudah akses naik dan turun, terutama bagi penyandang disabilitas dan lansia.
“JPO ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta, tepatnya diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin tanggal 21 April tahun 1968. Tentunya ini bersejarah dan hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas,” kata Pramono di lokasi.
Lokasinya yang terhubung langsung dengan Halte Transjakarta MH Thamrin diharapkan mempermudah mobilitas pengguna transportasi umum maupun pejalan kaki.
Pelican Crossing Tetap Dipertahankan
Meski JPO telah dilengkapi fasilitas modern, Pemprov DKI memastikan pelican crossing di perempatan Sarinah tetap tersedia.
Menurut Pramono, masyarakat tetap diberikan pilihan untuk menyeberang sesuai kebutuhan.
“Masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus atau disabilitas bisa memanfaatkan ini dan sebagainya,” ujarnya.
Trotoar Akan Diperlebar 2,6 Meter
Tak hanya memperbarui jembatan, Pemprov DKI juga menata ulang area pedestrian di sekitarnya.
Trotoar di Jalan MH Thamrin, tepatnya di samping Anjungan Sarinah, akan diperlebar karena sebagian ruang pejalan kaki saat ini terhalang bangunan lift JPO.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyampaikan pelebaran trotoar dijadwalkan mulai Mei 2026.
“Jadi di bulan Mei nanti akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 (meter) sehingga nanti akses pedestriannya akan menjadi punya space yang lebih lega,” tuturnya.