Junta Myanmar Gerebek Pusat Penipuan Online, Tangkap 346 Orang
Pusat Online

Junta Myanmar Gerebek Pusat Penipuan Online, Tangkap 346 Orang

Yangon – Militer Myanmar melaksanakan penggerebekan besar-besaran di pusat penipuan internet yang terletak di perbatasan Thailand pada hari Rabu (19 November), yang mengakibatkan penangkapan hampir 350 orang. Operasi ini merupakan bagian dari tindakan keras yang tengah diperkuat oleh junta terhadap jaringan pasar gelap yang semakin berkembang di wilayah tersebut.

Pusat-pusat penipuan ini telah menjamur di daerah perbatasan Myanmar yang dilanda konflik, dengan para penipu yang menyasar pengguna internet melalui skema penipuan asmara dan bisnis yang diperkirakan merugikan hingga puluhan miliar dolar setiap tahunnya. Meskipun junta Myanmar sebelumnya dituduh mengabaikan praktik ilegal ini, mereka kini mengklaim telah mengintensifkan tindakan keras sejak Februari, setelah mendapatkan dukungan dari Tiongkok.

Menurut laporan media pemerintah, penggerebekan yang berlangsung di pusat perjudian dan penipuan yang dikenal sebagai Shwe Kokko ini berhasil menangkap 346 warga negara asing yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Selain itu, hampir sepuluh ribu ponsel yang digunakan untuk aktivitas perjudian daring juga disita dalam operasi tersebut.

Wilayah perbatasan Myanmar telah menjadi tempat subur bagi berbagai pusat penipuan sejak kudeta tahun 2021 yang memicu perang saudara. Para analis mencatat bahwa pusat-pusat ini seringkali dikelola oleh ribuan pekerja sukarela serta individu-individu yang diperdagangkan dari luar negeri. Tiongkok, yang merupakan pendukung utama junta, semakin khawatir karena banyak warganya menjadi korban penipuan yang berasal dari wilayah tersebut.

Pemerintah junta menyalahkan kelompok oposisi bersenjata atas keberadaan pusat-pusat penipuan ini, tetapi mereka juga menyatakan bahwa tindakan telah diambil setelah berhasil merebut kembali kendali wilayah tersebut.

Media melaporkan bahwa perusahaan Yatai yang dimiliki oleh She Zhijiang, seorang tersangka pemeras asal Tiongkok-Kamboja, terlibat dalam pengelolaan wilayah Shwe Kokko. She Zhijiang ditangkap di Thailand pada tahun 2022 dan baru saja diekstradisi ke Tiongkok untuk menghadapi tuduhan terkait perjudian daring dan penipuan.

She Zhijiang dan perusahaannya sebelumnya telah dikenakan sanksi oleh Inggris dan Amerika Serikat. Washington menyebutkan bahwa ia telah mengubah sebuah desa di perbatasan Myanmar-Thailand menjadi Shwe Kokko, yang digambarkan sebagai 'kota resor' yang khusus dibangun untuk perjudian, perdagangan narkoba, prostitusi, dan penipuan internasional.

Pada bulan Oktober, junta Myanmar juga mengumumkan penggerebekan di pusat penipuan KK Park yang berdekatan, di mana mereka menghancurkan lebih dari 600 bangunan yang diduga terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut.

Tindakan penyisiran yang dimulai pada bulan Februari telah menyebabkan sekitar 7.000 terduga penipu dipulangkan, sementara Thailand memberlakukan blokade internet di daerah perbatasan. Menurut laporan PBB, korban penipuan di Asia Tenggara dan Timur saja mengalami kerugian hingga US$37 miliar pada tahun 2023, dengan kerugian global yang diperkirakan jauh lebih besar.

You can share this post!