Portal Media Online - Kamis, 26/02/2026
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Insiden penusukan yang terjadi di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Loa Kulu dinilai bukan dipicu oleh perundungan (bullying) sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.
Pihak keluarga menilai isu tersebut perlu diluruskan agar tidak terjadi penggiringan opini yang berpotensi merugikan pihak-pihak terkait. Berdasarkan informasi kedua belah pihak, pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan kekeluargaan.
Perwakilan keluarga, Jainuddin (41), menyatakan bahwa peristiwa yang memicu kegaduhan tersebut bermula dari interaksi antarteman yang sudah saling mengenal dan akrab.
“Ini awalnya candaan antar teman. Kejadiannya berawal dari pinjam-meminjam bolpoin, bukan mengambil atau mencuri. Kami menyayangkan jika narasi yang berkembang seolah-olah ini adalah bullying murni,” kata Jai, Kamis (26/2/2026).
Pihaknya juga menyoroti dampak psikologis dan sosial yang luas akibat opini di media sosial. Mereka merasa posisi korban kini seolah-olah berbalik menjadi pelaku di mata publik.
“Dampaknya luas, menyangkut keluarga besar. Kami juga keberatan dengan adanya isu liar di Facebook, seperti kabar kalau sudah ada uang damai yang diberikan sebesar Rp10 juta. Kami tegaskan itu tidak benar,” tambahnya.
Terkait langkah ke depan, keluarga menyatakan akan menghormati prosedur hukum dan meminta semua pihak, termasuk para netizen yang tidak mengetahui kejadian tersebut untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum tervalidasi kebenarannya.
Berita Terkait