Portal Media Online - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kenaikan harga komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet, menjadi faktor utama peningkatan daya beli petani nasional pada bulan Februari 2026.
Kenaikan ini tercermin dari nilai tukar petani (NTP) nasional yang mencapai 125,45, meningkat sebesar 1,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) juga mencatat angka 158,38, naik 2,17 persen, berkat kontribusi positif dari komoditas unggulan.
Komoditas yang berkontribusi terhadap pendapatan petani meliputi kelapa sawit, karet, cabai rawit, dan bawang merah. Pertumbuhan ini sejalan dengan upaya deregulasi dan transformasi pertanian menuju sistem modern yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai pencapaian ini sebagai indikator keberhasilan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat tani.
BPS mencatat bahwa Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya meningkat sebesar 0,65 persen, menjaga margin keuntungan produsen komoditas perkebunan. Sementara itu, subsektor tanaman pangan mengalami penurunan indeks sebesar 0,88 persen. Pemerintah berupaya mempertahankan pertumbuhan ini dengan penguatan sistem pendataan agar distribusi sarana produksi tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan petani.