Pembatasan sosial yang diterapkan selama pandemi COVID-19 telah mengubah cara perkuliahan berlangsung di berbagai universitas di seluruh dunia, termasuk Australia. Dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir, banyak pelajar mengalami tekanan yang signifikan, yang tercermin dalam penurunan kepuasan yang drastis pada Survei Pengalaman Mahasiswa tahunan. Dalam menanggapi situasi ini, pemerintah setempat telah mendorong pelajar untuk kembali ke kampus dan melanjutkan studi secara langsung.
Namun, perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pendidikan secara mendalam. Metode pembelajaran tradisional tidak lagi memadai untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja yang semakin digital. Universitas perlu beradaptasi agar dapat mendukung kesuksesan pelajar dengan mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan.
Tren pekerjaan saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak orang akan bekerja dari rumah dan lebih sedikit dari kantor. Pandemi telah mempercepat perpindahan industri ke platform daring, menjadikan ruang digital sebagai tempat kerja yang sah. Sektor-sektor seperti layanan kesehatan, dengan telehealth, serta pencarian layanan dan produk secara online, menjadi contoh nyata perubahan ini.
Pembelajaran yang efektif membutuhkan interaksi antara peserta didik, pengajar, dan informasi. Penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang aktif, menarik, dan relevan dapat dilakukan di mana saja, baik di kampus, daring, maupun di tempat kerja. Pertanyaannya kini adalah bagaimana menyeimbangkan pembelajaran daring dengan pengalaman belajar di kampus dan tempat kerja.
Selama masa pandemi, pembelajaran daring sering kali merupakan hasil dari pendekatan darurat yang tidak ideal. Pada Maret 2020, banyak universitas harus dengan cepat mengalihkan perkuliahan ke format daring. Di Universitas Deakin, misalnya, pengajar diberikan waktu singkat untuk merancang kembali kurikulum agar 41.000 mahasiswa tetap dapat belajar.
Istilah 'emergency remote teaching', yang diperkenalkan oleh profesor Charles Hodges dan rekannya, menggambarkan situasi ini. Mereka memperingatkan agar kita tidak terburu-buru menilai kualitas pembelajaran daring berdasarkan pengalaman tersebut, karena desain pembelajaran yang baik membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang.
Pembelajaran daring yang baik tidak hanya sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan rasa kebersamaan. Keterlibatan siswa melalui berbagai sumber daya dan aktivitas yang beragam akan membantu mereka dalam menemukan teman belajar dan tempat belajar yang sesuai. Meskipun interaksi online berbeda dengan bertemu secara langsung di kafe, kedua cara ini dapat mengakomodasi pembelajaran sosial.
Beberapa kegiatan belajar sebaiknya tetap dilakukan secara daring, mengingat banyak informasi kini tersedia dalam format digital. Perpustakaan universitas, misalnya, telah bertransformasi untuk menyediakan akses ke koleksi buku dan jurnal secara online. Namun, ada juga kegiatan yang membutuhkan kehadiran fisik, seperti penggunaan peralatan khusus dan pengalaman di tempat kerja yang tidak dapat direplikasi secara daring.
Pembelajaran digital menawarkan peluang luas untuk eksplorasi, dengan akses ke informasi yang tak terbatas. Namun, pengalaman praktis di lapangan tetap penting untuk mengembangkan keterampilan sosial dan pengamatan.
Pembelajaran jarak jauh darurat telah mendorong para pengajar untuk bereksperimen dengan metode baru. Banyak yang melaporkan bahwa mereka akan terus menggunakan pendekatan inovatif yang mereka kembangkan selama pandemi. Contohnya, profesor Eric Mazur dari Harvard telah mengadopsi metode instruksi sebaya yang membuat kelas lebih interaktif dan efektif.
Walaupun banyak pelajar mengalami kesulitan selama pembelajaran jarak jauh, survei di Universitas Deakin menunjukkan bahwa kepercayaan diri mereka dalam pembelajaran daring meningkat seiring berjalannya waktu. Universitas kini berupaya untuk mendesain ulang sistem belajar mengajar, beralih dari model tradisional ke pembelajaran aktif yang memanfaatkan informasi dan situasi dari dunia nyata.
Investasi dalam desain pembelajaran yang efektif, yang menggabungkan metode daring dan luring, akan membantu pelajar untuk belajar, berkembang, dan membangun keterampilan yang diperlukan dalam dunia kerja yang terus berubah.