Portal Media Online - OKINEWS.CO - Model kecerdasan buatan pembuat video milik ByteDance, yakni Seedance 2.0, tengah menjadi sorotan global.
Teknologi ini sempat viral karena mampu menghasilkan video ultra realistis hanya dari perintah teks.
Namun, popularitasnya justru memicu kekhawatiran industri hiburan, khususnya di Hollywood, terkait potensi pelanggaran hak cipta.
Seedance 2.0 memungkinkan pengguna membuat konten visual yang tampak nyata dengan detail tinggi.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan karakter serta wajah yang menyerupai selebriti ternama.
Kemiripan tersebut memunculkan polemik karena dianggap melanggar hak kekayaan intelektual dan menimbulkan pertanyaan soal batas penggunaan teknologi AI dalam industri kreatif.
Menanggapi kontroversi tersebut, ByteDance menyatakan akan meningkatkan sistem pengamanan atau safeguard pada platformnya.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk memastikan video yang dihasilkan tidak melanggar hak cipta atau menggunakan kemiripan tanpa izin.
“ByteDance menghormati hak kekayaan intelektual dan kami telah mendengar kekhawatiran terkait Seedance 2.0,” ujar juru bicara perusahaan dalam pernyataan resmi yang dikutip okinews.co, Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan, pihaknya kini mengambil langkah tambahan guna memperkuat perlindungan agar penyalahgunaan kemiripan maupun karya berhak cipta tidak terjadi.