Pontianak, HAI SAWIT – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjalin kerja sama dengan Universitas Tanjungpura (Untan) untuk memperkuat riset terkait industri sawit dan analisis persaingan usaha di Kalimantan. Kerja sama ini dibahas dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025.
Pertemuan tersebut melibatkan jajaran Komisioner KPPU dan pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan untuk merumuskan langkah akademik yang sesuai dengan kebutuhan pengawasan ekonomi di wilayah Kalimantan. Pembahasan dipimpin oleh Anggota KPPU, Eugenia Mardanugraha dan Budi Joyo Santoso, bersama Kepala Kantor Wilayah V KPPU, Fisika Yuniawan Andriyanto, yang menyajikan pemetaan awal mengenai ruang kerja sama yang akan dilakukan.
Budi Joyo Santoso menyatakan, "Kami tengah memfinalisasi Kerangka Acuan Kerja (TOR) untuk kajian mendalam. Fokusnya sangat relevan dengan dinamika ekonomi regional Kalimantan, terutama terkait isu persaingan usaha di industri sawit dan kebijakan Koperasi Merah Putih. Hasil riset ini nantinya akan menjadi amunisi penting bagi KPPU dalam merumuskan saran dan pertimbangan kebijakan yang tepat sasaran."
Pemilihan fokus riset sawit didasarkan pada peranan strategis Kalimantan dalam produksi nasional, di mana dinamika kemitraan inti-plasma menjadi aspek yang perlu dipahami secara mendalam. KPPU menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mengembangkan pemikiran yang dapat memperkuat kualitas analisis persaingan usaha melalui pendekatan akademik yang sistematis.
Eugenia Mardanugraha menegaskan, "Kemitraan dengan Untan adalah upaya menyiapkan generasi yang tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga memiliki integritas terhadap prinsip persaingan usaha yang sehat. Ini adalah fondasi untuk mengawal transformasi ekonomi daerah."
Implementasi akademik dari kerja sama ini akan dimulai dengan penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan isu persaingan usaha ke dalam mata kuliah relevan. Hal ini bertujuan agar pemahaman mahasiswa berkembang berdasarkan analisis berbasis data. Selain itu, rencana kuliah umum pada tahun 2026 juga disiapkan untuk mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan sebagai bagian dari penguatan literasi persaingan usaha.
Prof. Eddy Suratman dari Untan menambahkan bahwa kerja sama ini memberikan peluang bagi kampus untuk berkontribusi langsung dalam isu-isu strategis di Kalimantan. "Ini adalah simbiosis mutualisme. Kapasitas akademik kami terasah dengan kasus nyata, sementara regulator mendapatkan landasan teoritis yang kuat," ungkapnya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang bagi penyusunan kajian berbasis data yang akan digunakan KPPU sebagai dasar langkah pengawasan serta dalam menyampaikan pertimbangan kebijakan di sektor sawit. Agenda penguatan riset dan pendidikan ini merupakan bagian dari upaya KPPU dan Untan dalam menjaga iklim usaha di Kalimantan melalui metode analitis yang lebih terstruktur dan terukur.