Latifah, Penyandang Disabilitas yang Berdaya Melalui Kerja di SPPG Sukoharjo
Sosial

Latifah, Penyandang Disabilitas yang Berdaya Melalui Kerja di SPPG Sukoharjo

SUKOHARJO, KOMPAS.TV - Tubuhnya mungil dan langkahnya tidak selalu mudah. Namun, semangat Latifah Kurniawati (26) melampaui keterbatasan fisik yang ia miliki. Di usia yang relatif muda, ia telah memikul tanggung jawab membantu sang ibu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelum bergabung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Latifah berjualan makanan secara daring dari rumah. Ia menawarkan cilok dan aneka jajanan lainnya dengan sistem pre-order. Penghasilannya tidak tetap, bergantung pada jumlah pesanan yang diterima setiap hari.

“Sistemnya PO, jadi sehari ada yang beli, sehari enggak. Kadang bisa 150,” ujar Latifah saat ditemui di kediamannya yang tidak jauh dari dapur MBG Polokarto, Senin (23/2/2026) dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI yang diterima Kompas.tv.

Pendapatan yang tidak menentu tersebut membuatnya terus berharap memperoleh pekerjaan yang lebih stabil. Kesempatan itu datang ketika SPPG di sekitar tempat tinggalnya membuka lowongan kerja. Awalnya sang ibu yang mendaftar, namun karena tidak memenuhi batas usia, Latifah kemudian menggantikannya.

“Alhamdulillah diterima. Awalnya diwawancara, saya menjawab apa adanya, ya Alhamdulillah diterima,” kata Litfah.

Latifah pun diterima sebagai petugas kebersihan di SPPG Polokarto. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga ruang untuk berkembang dan membangun rasa percaya diri.

“Alhamdulillah senang banget bisa kerja di SPPG Polokarto ini, karena tempatnya dekat, teman-temannya juga baik-baik,” katanya.

Latifah merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ayahnya telah meninggal dunia ketika ia masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Kedua kakaknya kini merantau—masing-masing di Sumatera dan Sulawesi—sementara ia tinggal bersama ibunya.

Melalui gaji yang diterimanya setiap bulan, Latifah kini dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarga. Ia pun merasakan kebahagiaan sederhana yang sebelumnya terasa sulit diraih.

“Alhamdulillah selama kerja di SPPG Polokarto ini, saya bisa membeli sepeda listrik impian saya ini dan bisa membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Sepeda listrik tersebut bukan hanya alat transportasi, melainkan simbol kemandirian sekaligus hasil kerja kerasnya. Di lingkungan kerja yang suportif, Latifah juga menemukan ruang untuk bersosialisasi serta merasakan kebersamaan.

Di akhir perbincangan, ia menyampaikan harapan agar program ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga program ini bisa berjalan terus sampai tidak ada batas waktunya. Semoga ini bisa bermanfaat untuk semua warga Indonesia ini. Terima kasih untuk Pak Prabowo, saya sangat senang bekerja di sini, di SPPG ini. Semoga program ini berjalan terus,” kata Latifah, berharap.

You can share this post!