Lima Korban Banjir di Aceh Utara Masih Hilang, Ribuan Pengungsi Terus Membutuhkan Bantuan
Sosial

Lima Korban Banjir di Aceh Utara Masih Hilang, Ribuan Pengungsi Terus Membutuhkan Bantuan

Ringkasan Berita: Banjir di Aceh Utara masih menyisakan persoalan serius dengan lima warga dilaporkan hilang hingga Sabtu (7/2/2026).

Sebanyak 25.973 jiwa mengungsi di 119 titik, termasuk 6.895 lansia dan 509 penyandang disabilitas yang membutuhkan penanganan khusus.

Total bencana berdampak pada 433.064 jiwa di 27 kecamatan, dengan wilayah terparah Langkahan, Lapang, dan Tanah Jambo Aye.

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara masih menyisakan persoalan kemanusiaan serius.

Hingga Sabtu (7/2/2026), tercatat lima orang warga masih dinyatakan hilang, sementara ribuan warga dari kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas turut terdampak dan masih membutuhkan penanganan intensif.

Berdasarkan laporan resmi rekapitulasi bencana banjir Kabupaten Aceh Utara, lima korban hilang tersebut berasal dari sejumlah kecamatan terdampak parah, yakni Dewantara, Langkahan, Sawang masing-masing 1 orang dan Tanah Jambo Aye dua orang.

“Selain masih ada korban hilang, banjir juga berdampak besar terhadap kelompok rentan,” ujar Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Fauzan MAP, kepada Serambinews.com, Sabtu (7/2/2026).

Data mencatat 6.895 orang lansia dan 509 penyandang disabilitas terdampak langsung oleh bencana ini.

Mereka tersebar di hampir seluruh kecamatan terdampak, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah yang hingga kini masih menampung pengungsi dalam jumlah besar seperti Langkahan, Lapang, Tanah Jambo Aye, dan Sawang.

Kondisi ini menuntut perhatian khusus, terutama terkait layanan kesehatan, logistik, dan pendampingan sosial.

Dari sisi pengungsi an, banjir Aceh Utara telah menyebabkan 6.886 kepala keluarga atau 25.973 jiwa terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pengungsi tersebut tersebar di 119 titik lokasi pengungsi an yang berada di meunasah, masjid, sekolah, balai desa, serta rumah warga.

Kecamatan Langkahan menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi, yakni 3.476 KK atau 12.824 jiwa, disusul Kecamatan Lapang sebanyak 1.470 KK atau 5.790 jiwa, serta Kecamatan Tanah Jambo Aye dengan 666 KK atau 2.664 jiwa.

Pengungsi korban banjir

Sementara itu, kecamatan lain yang masih menampung pengungsi antara lain Sawang dengan 609 KK atau 2.155 jiwa, Muara Batu sebanyak 290 KK atau 1.188 jiwa, Seunuddon dengan 187 KK atau 663 jiwa, serta Dewantara yang masih mencatat 120 KK atau 386 jiwa di pengungsian.

“Sejumlah kecamatan lain melaporkan pengungsi dalam jumlah lebih kecil, tapi masih ada dengan total 10 kecamatan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, banjir telah berdampak pada 696 gampong di 27 kecamatan, dengan total 124.549 KK atau 433.064 jiwa terdampak.

Selain korban hilang, bencana ini juga ratusan orang meninggal dunia dan 2.127 warga mengalami luka-luka. (*)

You can share this post!