Portal Media Online - Tim peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) berhasil mengekstraksi asam fulvat dari limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai solusi kesehatan untuk penyakit degeneratif.
Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan Hai Riset Sawit yang bertujuan memaksimalkan potensi limbah perkebunan. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan teknologi bioreaktor canggih untuk menghasilkan senyawa bernilai ekonomi tinggi.
Firda Dimawarnita, S.T, M.T., menyatakan bahwa selama ini TKKS umumnya hanya dimanfaatkan sebagai mulsa atau material biokomposit. Penggunaan TKKS dalam bidang medis merupakan terobosan baru. Asam fulvat biasanya diperoleh dari sumber daya alam yang tidak terbarukan, sehingga keberhasilan ekstraksi dari kelapa sawit memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan.
Tim peneliti terdiri dari para ahli PPKS dan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University. Metode ekstraksi yang dikembangkan mampu memisahkan senyawa bermanfaat dari serat kasar TKKS secara optimal. Penelitian menunjukkan bahwa asam fulvat dari kelapa sawit memiliki karakteristik setara dengan produk komersial berbasis batu bara. Aplikasi asam fulvat pada tanah dapat meningkatkan ketersediaan fosfor bagi tanaman, sedangkan pada ternak, senyawa ini mampu meningkatkan pertumbuhan dan sistem imunitas.
Riset ini juga menghasilkan nutrisi organohayati melalui sistem biodekomposisi cepat menggunakan bioreaktor berkapasitas 100 liter. Proses berlangsung pada kondisi semi-anaerob dengan pengadukan kontinu, yang mengurangi kebutuhan lahan untuk pengolahan limbah. Parameter keberhasilan riset terlihat dari penurunan rasio karbon terhadap nitrogen (C/N ratio) selama inkubasi. Selain itu, reaktor ini menghasilkan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dalam bentuk cairan yang menunjukkan pertumbuhan tanaman lebih baik. Hasil riset ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan berkontribusi pada diversifikasi produk hilir kelapa sawit di sektor farmasi dan kesehatan.