Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Myanmar mengambil langkah drastis dengan meledakkan gedung-gedung di kompleks penipuan daring terbesar di negara tersebut, yang dikenal dengan nama KK Park. Lokasi ini terletak di Myawaddy, dekat perbatasan Thailand. Kejadian berlangsung pada malam 24 Oktober 2025 sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
Menurut laporan dari media Thailand, NationThailand, suara ledakan yang kuat terdengar hingga ke provinsi Tak, Thailand. Ledakan ini menghasilkan asap putih tebal yang menyebar selama beberapa menit setelahnya.
Otoritas Myanmar sebelumnya telah memberikan pemberitahuan kepada pejabat Thailand mengenai rencana pembongkaran dan lokasi ledakan. Sebagai langkah antisipasi, otoritas Thailand menginformasikan situasi ini kepada penduduk yang tinggal di dekat perbatasan melalui pengeras suara untuk memastikan keselamatan mereka.
Pejabat Thailand menyatakan bahwa tidak ada dampak signifikan yang terjadi di wilayah mereka. Militer Thailand juga meningkatkan patroli di sepanjang perbatasan dan memberikan dukungan kepada individu yang melarikan diri ke Thailand, sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Selain itu, Pusat Komando Kontrol Perbatasan Thailand di Provinsi Tak melaporkan peningkatan jumlah warga negara asing yang menyeberang secara ilegal ke Thailand, dengan angka mencapai 1.198 orang dalam dua hari, meningkat sebesar 403 orang. Mayoritas dari mereka adalah warga negara India, diikuti oleh warga negara China dan Vietnam. Para migran ini ditempatkan di empat lokasi di Mae Sot untuk menjalani proses penyaringan dan administrasi.
Beberapa di antara migran tersebut diketahui merupakan korban perdagangan manusia, sementara yang lainnya secara sukarela terlibat dalam aktivitas penipuan. Salah satu media Singapura, Channel News Asia (CNA), juga menyiarkan video yang menunjukkan proses peledakan gedung-gedung tersebut, di mana api dan asap terlihat membara di malam hari.
Operasi penggerebekan di KK Park ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap jaringan penipuan daring di Asia Tenggara. Beberapa hari sebelum kejadian, Amerika Serikat dan Inggris telah menjatuhkan sanksi terhadap pelaku kejahatan siber asal Kamboja, sementara pemimpin jaringan tersebut telah diadili di pengadilan federal New York.
Myanmar kini menjadi sorotan dunia internasional setelah banyak laporan dari PBB dan lembaga hak asasi manusia yang mengungkap skala perdagangan manusia dan eksploitasi digital yang terjadi di kompleks-kompleks seperti KK Park, Shwe Kokko, dan Golden Triangle. Salah satu temuan yang mencolok adalah penggunaan terminal internet satelit Starlink, milik miliuner Elon Musk, dalam menjalankan operasi penipuan tersebut.
Penggerebekan di KK Park menambah catatan panjang operasi lintas batas terhadap jaringan kejahatan daring di Asia Tenggara. Sebelumnya, kerja sama antara pemerintah Myanmar dan Thailand, dengan dukungan otoritas China, telah berhasil membebaskan ribuan korban dari kompleks penipuan serupa di kawasan perbatasan.